Korban Tewas Serangan Israel di Jalur Gaza Mencapai 28.000 Orang

Korban tewas serangan Israel
Korban tewas serangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza Palestina telah melampaui 28.000 orang. Luka-luka lebih dari 67.611 orang.

Jakarta, tandabaca.id
Korban tewas serangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza Palestina telah melampaui 28.000 orang. Luka-luka lebih dari 67.611 orang.

Data angka korban serangan brutal Isral itu disampaikan Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza, Sabtu (10/2).

Dalam pernyataan persnya, kementerian tersebut mengatakan bahwa tentara Israel menyebabkan 117 warga Palestina tewas dan 152 lainnya luka-luka dalam 24 jam terakhir.

“Sehingga total korban tewas bertambah menjadi 28.064 orang dan korban yang mengalami luka-luka naik menjadi 67.611 orang sejak konflik Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023.”

Militer Israel terus melancarkan rentetan serangan udara intensif di Kota Rafah di Gaza selatan sejak Jumat 9 Februari 2024, malam, menewaskan sedikitnya 28 orang, menurut laporan stasiun televisi yang dikelola pemerintah, Palestine TV.

Pada Jumat, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menginstruksikan pihak militer untuk mempersiapkan rencana untuk operasi darat di Rafah guna melenyapkan sisa-sisa brigade Hamas.

Kota itu sebelumnya dianggap sebagai zona aman dari pengeboman tanpa henti oleh Israel dan menyediakan perlindungan bagi separuh lebih dari 2,3 juta warga Gaza yang mengungsi demi menyelamatkan diri.

AS Serang Yaman

Militer AS mengonfirmasi telah melakukan beberapa serangan terhadap sistem rudal Houthi di Yaman. Ini ketika milisi itu bersiap melancarkan serangan yang mengancam Angkatan Laut dan kapal dagang AS di Laut Merah.

“Pasukan Komando Pusat AS melakukan tujuh serangan pertahanan diri terhadap empat drone Houthi dan tujuh rudal jelajah anti-kapal bergerak, yang siap diluncurkan terhadap kapal-kapal di Laut Merah,”kata CENTCOM di pernyataan yang diposting di X, mengutip AFP.

AS Peringkatkan Israel

AS memperingatkan Israel berisiko mengalami ‘bencana’ jika mengirimkan pasukan ke kota Rafah di ujung selatan Gaza. Itu merupakan tempat lebih dari satu juta warga Palestina mengungsi.

Peringatan itu muncul setelah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengatakan ia telah memerintahkan pasukannya untuk “bersiap beroperasi” di Rafah. Kota itu menjadi kota besar terakhir di Jalur Gaza yang belum dimasuki pasukan darat Israel.

Sebelumnya angkatan bersenjata Israel meningkatkan serangan udaranya pada ke Rafah pada Kamis lalu. Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa serangan militer ke Rafah bisa menjadi mimpi buruk kemanusiaan.

“Akan secara eksponensial meningkatkan apa yang sudah menjadi mimpi buruk kemanusiaan,” kata Antonio mengutip AFP. ***

BACA INI JUGA
Dua Minggu Dikepung Israel, RS Nasser dan Al-Amal Gaza Kehabisan Makanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *