Payah! Rutilahu, Program Bedah Rumah Masyarakat, Anggarannya Ecek-ecek Doang

payah, program rutilahu anggarannya ecek ecek doang
Dr.Hj. Cucu Sugiyati, SE.,MM.

Bandung, tandabaca.id
Program bantuan pembangunan atau renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkannya, Karena itu program bantuan pembangunan rutilahu tersebut langsung harus ditingkatkan karena menyangkut kepentingan masyarakat.

Tetapi sangat disayangkan dalam Perubahan APBD Jabar tahun anggaran 2022 yang baru disahkan oleh DPRD Jabar beberapa hari lalu Anggaran Program bantuan Rutilahu ini dinilai tidak signifikan dan tidak memedai.

Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar, Dr.Hj. Cucu Sugyati,SE.,MM. yang menyebut, meski masih banyak masyarakat yang memerlukan bantuan melalui program Rutilahu ini. Namun, alokasi program Rutilahu dalam APBD Perubahan jawa Barat tahun 2022, dinilainya tidak signifikan.

“Program Rutilahu saat ini masih dibutuhkan masyarakat kecil, tapi anggaran yang dialokasikan dalam APBD Perubahan Jabar tahun 2022 jauh dari memadai,” kata Cucu di Bandung, Selasa 11 Oktober 2022.

Politisi Partai Golkar ini menyebutkan. Tahun 2022 ini Jabar menargetkan 100 ribu rumah tidak layak huni mendapat bantuan Program Rutilahu. Namun karena terkendala anggaran maka kita di Komisi IV DPRD Jabar, mendorong Program Rutilahu berjalan sesuai target.

Lebih lanjut dikatakannya, DPRD Jabar selalu mendukung progtam Rutilahu, karena program ini membantu masyarakat miskin.

Masyarakat yang mendapat bantuan program Rutilahu, mendapat pendampingan yang difasilitasi oleh pemerintah daerah dan dari pusat.

“Kita membantu masyarakat miskin, akan tetapi kita tidak bisa mengcover seluruh biaya renovasi rumah, karena dana Rutilahu senilai Rp20 juta per rumah bersifat stimulus,” ujar Cucu.

Karena itu, diharapkan renovasi rumah dilakukan secara gotong royong, apalagi saat ini harga-harga bahan bangunan terus menanjak naik.

“Ke depan kita akan perjuangkan untuk meningkatkan nilai bantuan program Rutilahu, karena di Jawa Barat ini jumlah penduduk yang sangat padat, juga tingkat kebutuhan masyarakatnya cukup tinggi. Ini Pekerjaan Rumah (PR) kita,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *