Bandung, tandabaca.id
Buruh subjek bukan objek untuk meningkatkan elektoral oleh karenanya nilai lebih yang ada dalam dirinya harus diberdayakan, bentuk koperasi.
Poin-poin itulah yang mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Dari Proletar Menuju Marhaenis – Buruh Berdaya Indonesia Unggul yang digagas Kesatuan Buruh Marhaenis (KBM) Jawa Barat.
Diskusi publik yang dihadiri berbagai elemen buruh ini berlangsung di Jalan Balong Gede No.29 Ciateul Kota Bandung, Senin 12 Februari 2024.
Pembicara dalam diskusi ini antara lain, Irjal Yanuardi Ketua Repdem Kota Bandung, Rhesa Anggara akademisi, Intan aktivis, dan Manahara Sitinjak.
Irjal Yanuardi, Ketua Repdem Kota Bandung mengatakan buruh punya nilai lebih, salah satunya adalah sumber daya, hal itulah yang seharusnya dikoonfersi sebagai aset oleh buruh.
“Nilai lebih itu, yang harus terus diperjuangkan,” katanya.
“Nilai lebih itu, seharusnya menjadi hak buruh, dari sistem yang berjalan, agar bisa naik kelas dari proletar menjadi marhainisme,” tambahnya.
Sementara itu, Rhesa Anggara akademisi menambahkan agar nilai lebih itu bisa diberdayakan, buruh harus melakukan konsolidasi.
“Sekarang ini, sumber daya buruh selalu dikooptasi bahkan dikotak-kotakkan, sehingga tidak bisa menjadi kekuatan inti untuk melakukan perubahan sosial,” terangnya.
Bila buruh bisa menjadi faktor tenaga inti, sistem-sistem yang tidak manusiawi bisa diberangus, terlebih di tahun politik seperti sekarang ini.
“Buruh selalu saja dijadikan komoditas untuk menaikkan elektoral,” terangnya.
Dijelaskan Rhesa, buruh itu subjek bukan objek, oleh karenanya semua kebijakan yang akan dibuat harus melibatkan buruh, kalau ingin bertransformasi dari proletar menjadi marhaenis.
Cara agar buruh bisa bertransformasi, terang Rhesa, salah satunya bentuk koperasi.
“Bentuk gerakan koperasi, sebab itulah satu-satunya sumber daya ekonomis, bisa menjadi solusi,” pungkasnya.
NILAI-NILAI MARHAENIS
Pj Ketua KBM Jabar Kenny Dianis Putri mengatakan KBM sebagai satu wadah dan kendaraan para buruh untuk mencapai kesejahteraan, harus memperluas perspektif dan gerakan perjuangannya pada tataran politik yang didasari pada nilai-nilai Marhaenis.
Sebab, kesejahteraan buruh tidak akan tercapai hanya dengan menaikkan upah saja, namun pKetua Repdem Kota Bandungerjuangannya adalah bagaimana menciptakan buruh yang berdaya menuju Indonesia unggul.
Namun juga harus diiringi dengan penguatan industri nasional, kemandirian ekonomi hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) buruh itu sendiri.
“Kami berharap gerakan buruh tidak berhenti pada gerakan di jalanan saja. Namun dilengkapi dengan gerakan pemikiran yang menelurkan konsep-konsep yang lebih matang, dari Proletar Menuju Marhaenis,” kata Kenny dalam penjelasannya. ***













