TANDABACA.ID – Hajatan Berdarah di Purwakarta, Ayah Pengantin Tewas Dikeroyok Preman Kampung. Diduga gegera tuan rumah hajatan tolak berikan jatah preman.
Tuan Rumah Hajatan Tewas Dikeroyok Preman di Kampung Cikumpay, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka di Kabupaten Purwakarta, Polisi Buru Pelaku
Hajatan atau pesta pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (4/4/2026) berubah menjadi duka.
Dadang (57), tuan rumah hajatan pesta pernikahan anaknya itu tewas akibat dikeroyok sekelompok preman kampung. Pengeroyokan terjadi karena korban tak memberikan “jatah preman” kepada para pelaku.
Video yang merekam pascakejadian viral di media sosial (medsos). Dalam video tampak beberapa orang membopong istri korban yang pingsan.
Tampak pula kerabat korban menangis. Sementara, korban Dadang terkapar tak sadarkan diri. Beberapa orang berusaha menyadarkannya.
BACA INI JUGA : Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Sidang Darurat DK PBB
Informasi menyebutkan, para preman meminta uang untuk membeli miras. Selain kepada tuan rumah, pelaku juga meminta uang kepada pemain organ.
Saat kejadian, para pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras (miras). Mereka memukuli korban menggunakan tangan kosong dan potongan bambu.
Para Pelaku Pukul Korban dengan Bambu
Kapolsek Campaka AKP Firman Budiarto mengatakan, pemain organ tunggal memberikan uang Rp100.000. Tetapi, pelaku menolak uang itu dengan alasan kurang.
“Karenakan di bawah pengaruh minuman keras, para pelaku marah dan memicu kericuhan,” kata Kapolsek Campaka, Minggu (5/4/2026).
AKP Firman menjelaskan, saat keributan, korban Dadang menghampiri dengan maksud melerai. Namun para pelaku emosi hingga bersitegang dengan korban.
BACA INI JUGA : Gugur di Lebanon Tiga Prajurit TNI Dimakamkan Secara Militer di Kampung Halamannya
Keributan pun tak terhindarkan. Pelaku mengejar korban sampai di depan rumahnya. Kemudian, para pelaku mengeroyok korban Dadang secara brutal di depan banyak tamu dan keluarga serta anak yang duduk di pelaminan.
“Korban dipukul menggunakan sebilah bambu ke kepala bagian belakang,” ujar AKP Firman.
Kapolsek menuturkan, setelah korban tersungkur dan tak sadarkan diri, pelaku melarikan diri. Keluarga membawa korban ke RS Bhakti Husada. Namun sesampainya di rumah sakit, korban di nyatakan telah meninggal dunia.
Saat ini, polisi tengah memburu para pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. “Kasus peroyokan yang menyebabkan kematian dalam penyelidikan kepolisian,” tutur Kapolsek.***













Response (1)