Viral Kontroversi Lagu Erika di OSD, HMT ITB Menyampaikan Permohonan Maaf

Viral lagu Erika yang dinilai lecehkan perempuan. (tangkapan layar X @iPoopBased)

TANDABACA.ID – Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Langkah tersebut diambil setelah menuai kritik tajam menyusul beredarnya video Orkes Semi Dangdut (OSD) dari HMT ITB bernyanyi dan bergoyang dengan lagu yang berjudul Erika viral di media sosial atau medsos.

Lagu tersebut menuai kritik tajam karena liriknya yang dinilai mengandung unsur melecehkan kaum perempuan.

“Atas beredarnya lagu (Erika), yang telah menimbulkan keresahan publik, dengan ini kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Kami sangat memahami dan juga menyadari, bahwa sensitivats isu ini. Dan kami menyampaikan keprihatinan, serta empati kepada masyarakat, yakni khususnya perempuan,” tulis pernyataan resmi dari pihak HMT ITB, Rabu, 15 April 2026.

Dalam pernyataannya, pihak HMT ITB menjelaskan bahwa lagu tersebut dibuat pada 1980-an oleh Semi Dangdut (OSD) yang merupakan salah satu unit kegiatan yang berada dalam lingkup HMT yang berdiri sejak 1970-an.

Pihak HMT ITB menyadari bahwa dengan tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini merupakan suatu kelalaian.

BACA INI JUGA : Alarm Keras Ditekan Wamendagri, Jangan Ada Lagi Program Siluman di RKPD 2027

Selain itu, pihak HMT ITB juga mengakui bahwa lirik lagu tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan.

“Kami dengan tegas menyatakan bahwa tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu maupun kelompok dari manapun,” tulis pihak HMT ITB lagi.

Mengambil langkah tegas, pihak HMT ITB mengatakan telah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk segera menurunkan atau take down konten video dan audio dari kanal resmi HMT ITB serta penghapusan dari akun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar di masyarkat.

Pihak organisasi tersebut juga menyatakan bahwa akan melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu tersebut dan lagu yang mengandung unsur serupa.

Lebih lanjut, mereka juga akan meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan juga di masyarakat.

Respons publik terhadap pernyataan pihak HMT ITB tersebut cukup beragam, namun masyoritas menekankan pentingnya perubahan budaya di lingkungan kampus.

BACA INI JUGA : Eksekusi Tanah dan Bangunan di Soreang, Berpotensi Memicu Sengketa Hukum Berkepanjangan

“Patut jadi pembelajaran bagi kimpunan yang lain. Jika ada tradisi atau aturan bodoh, wajib dihentikan apapun bentuknya. Jangan dipertahankan terus dengan alasan, ‘ini kan udah dari turun-temurun’. Bayangin aja, lagu bodoh ini udah dipertahankan selama 40 tahun,” tulis akun @catchthe***** dengan emoticon muntah.

“Good move, mari kita putus rantai normalisasi pelecehan seksual. Jangan terus-terusan berlindung di balik kata tradisi,” tulis akun @ochiro*****.

Seperti diketahui bahwa lirik lagu Erika memicu sorotan publik setelah diunggah oleh akun X @iPoopBased berupa video berdurasi 3 menit 55 detik pada Selasa, 14 April 2026.

Video tersebut memperlihatkan suasana yang riuh dengan mahasiswa perempuan dan laki-laki bernyanyi serta berjoged dengan lagu tersebut.

Lirik kontroversial seperti Oooohhh goyang Erika luar biasa, dianggap mengobjektifikasi perempuan.***HARIANTERBIT***

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *