Sinkronisasi antar Bagian, PR Sekretariat DPRD Jabar, Cegah TV Nganggur, Membuka Diri

Sudut Instagramable
Kabag Umum Sekretariat DPRD Jabar Dr H Dodi Sukmayana, SE, MM

Bandung, tandabaca.id
Sinkronisasi antar bagian adalah pekerjaan rumah (PR) yang secepatnya harus diselesaikan Sekretariat DPRD Jabar. Cegah TV Nganggur., sebagaimana yang terlihat di lorong-lorong komisi.

Kabag Umum Sekretariat DPRD Jabar Dr H Dodi Sukmayana, SE, MM mengatakan hal tersebut saat bincang-bincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Selasa 25 Juli 2023.

“Waktu kita semua bertemu dengan komisi I, PR itu juga sempat mengemuka,” katanya.

H Dodi menjelaskan saat bertemu dengan komisi I, jajaran di Sekretariat DPRD Jabar juga sempat ditanya hal itu.

“Ditanya apa keberhasilan kami dan kelemahan kami. Nggak mungkinkan kalau nggak ada kelemahan. Bohong itu,” katanya.

Dijelaskan Dodi, tugas bagian umum adalah menyelenggarakan administrasi perkantoran yang didalamnya ada perlengkapan, kepegawaian dan administrasi lainnnya.

Bagian umum, tambah Dodi, salah satu fungsinya adalah menyediakan fasilitas baik fisik maupun non fisik untuk melaksanakan tugas kesekretariatan.

“Kegagalan kami adalah mensinkronkan apa yang kami lakukan dengan fungsi bagian lainnya,” ungkapnya terus terang.

Disebutkan, bagian umum menyiapkan sarana prasarana yang bagus, tapi tidak digunakakn secara optimal.

“Kami siapkan sarana prasarana yang bagus. Kami siapkan teknologi-teknologo yang kekinian. Tapi sampai saat ini memang teknologi dan sarana itu tidak digunakan secara optimal,” bebernya terus terang.

CEGAH TV NGANGGUR
Sinkronisasi antar Bagian,
Sinkronisasi antar Bagian, PR Sekretariat DPRD Jabar, Cegah TV Nganggur, Bagian Umum Membuka Diri

Contohnya kata Dodi, Bagian Umum siapkan komputer-komputer yang canggih, versi baru. Tapi kan, pemanfaatnya tidak maksimal.

“Kita siapkan fasilitas-fasiitas untuk informasi publik, tapi permasalahannya kan tidak maksimal dalam konten,” paparnya.

Semua ini tidak lain dikarenakan, untuk mengisi konten fasilitas informasi publik itu, bukan lagi tugas bagian umum, tetapi tugas bagian lain yang ada di Setwan Jabar.

Contoh lainnya, kata Dodi, di lorong-lorong Komisi DPRD Jabar itu ada TV yang telah disediakan oleh Bagian Umum, tetapi TV tersebut tidak ada kontennya.

Semua itu tidak lain dikarenakan, soal konten sudah bukan tugas bagian umum lagi.

“Di lorong-lorong, komisi itu ada TV, tapi TV itu mati. Kalau kesan orang awam, ngapain sih ada TV di situ?”

“Ngapain pasang-pasang TV di situ. Penghamburan (anggaran-red).”

“Padahal, televisi dipasang karena kita punya maksud. Setiap lorong Komisi itu, ada TV, karena kita ingin apa yang telah dilakukan komisi itu ditayangkan di televisi tersebut,” katanya.

“Nah tugas kami, hanya menyediakan alat itu. Alat itu bisa berguna, atau tidak. Ada di fungsi bagian lain,” katanya.

“Itulah kegagalan kami. Kami akui sebagai sebuah kegagalan bagian umum, untuk mensinkronkan apa yang telah dilakukan bagian umum dengan fungsi bagian lain,” terangnya.

BAGIAN UMUM MEMBUKA DIRI

Untuk meningkatkan sinkronisasi penggunaan sarana prasarana yang telah disediakan oleh bagian umum, Dodi mengatakan, pihaknya membuka diri untuk transparansi dengan bagian lain.

Bagian yang dimaksud adalah Bagian Persidangan dan Perundang-undangan, Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan (Fasgarwas) dan Bagian Program dan Keuangan.

“Kami bagian umum coba membuka diri, mari kita coba transparansi,” pungkasnya. ***

BACA INI JUGA
Seketariat DPRD Jabar Berinovasi, Siap Launching Aplikasi Bertajuk Smart Perlemen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *