BOGOR, TANDABACA.ID – Ada pemandangan tak biasa di kawasan Jalan Pemuda, Kota Bogor, Jumat (24/4/2026). Puluhan anak dengan keterbatasan fisik dan mental tampak begitu bersemangat. Bukan meminta bantuan, mereka justru turun ke jalan untuk berbagi.
Sekitar 80 anak dari Sanggar Art Sans Souci Bogor membuktikan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk mandiri dan menebar manfaat.
Berlokasi di eks bangunan Rumah Potong Hewan (RPH)—yang kini menjadi pusat kreasi di bawah naungan Dinas Kebudayaan Kota Bogor—kegiatan dimulai sejak pagi pukul 10.00 WIB.
Seni Sebagai ‘Senjata’ Percaya Diri Riuh rendah suara angklung dan tawa pecah saat anak-anak ini berlatih berbagai cabang seni.
Mulai dari liukan tari yang dipandu Rina Tri Handayani, hingga aksi ekspresif pantomim dan olah vokal di bawah arahan Ferry K.S.
”Konsistensi adalah kunci. Kami ingin mereka merasa setara dan berani tampil di ruang publik tanpa rasa minder,” tegas Ferry di sela-sela latihan.
Tak hanya itu, denting angklung dari bimbingan Susi Rusjiana serta warna-warni dari meja gambar turut menghidupkan suasana.
Seni di sini bukan sekadar hobi, melainkan terapi untuk membangun karakter dan kemandirian. Momen Haru di Masjid Al-Munawar Puncak emosional terjadi usai shalat Jumat.
Jumat Berkah
Sebanyak 20 perwakilan peserta bergegas menuju Masjid Al-Munawar.
Dengan senyum tulus, tangan-tangan mungil ini membagikan nasi kotak dan minuman kepada para jemaah serta warga sekitar.
Aksi bertajuk “Jumat Berkah” ini sontak mengundang decak kagum sekaligus rasa haru dari masyarakat yang melintas.
“Mereka tidak hanya belajar seni, tapi juga belajar bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Saya sangat terharu melihat perkembangan mereka,” ungkap Mama Fadel, salah satu orang tua peserta dengan mata berkaca-kaca.
Mendobrak Stigma Melalui gerakan ini, Sanggar Art Sans Souci ingin mengirimkan pesan kuat kepada warga Bogor: bahwa anak-anak disabilitas mampu berdaya, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi jika diberi ruang dan kesempatan.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tidak pernah bisa membatasi semangat untuk berbagi kebaikan.
(Benny Firmanto/Biro Bogor Raya)













