Hujan Warnai Debut, Federico Barba Bilang Sulit Dihindari yang Penting Persib Menang

DUEL UDARA - Bek Persib, Federico Barba menanduk bola ke gawang Persebaya pada pertandingan pekan kelima Super League 2025/2026 di Stadion GBLA, Jumat, 12 September 2025. (laman Persib)

Bandung, tandabaca.id
Hujan warnai debut, Bek Federico Barba bilang sulit dihindari yang penting Persib menang dan skuad harus kembali bersiap tatap laga selanjutnya dengan optimisme tinggi.

Federico Barba debut saat Persib tanding melawan Persebaya di pekan ke-5 Super League 2025/2026. Laga berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat 12 September 2025.

Dalam pertandingan pertamanya itu, Federico Barba dimainkan pelatih Bojan Hodak sejak menit pertama. Posisinya sebagai bek tengah, duet bersama Patricio Matricardi.

“Saya senang, kami bisa meraih tiga poin di laga debut saya ini. Tapi sekarang, kami semua harus terus melihat ke depan, ini penting, dan jangan pernah larut dengan kemenangan,” katanya.

Laga selanjutnya yang dimaksud Federico Barba ini adalah pertandingan di Grup G AFC Champions League Two 2025/2026 melawan Lion City Sailors, pada Kamis 18 September 2025.

Dalam debut itu, Federico Barba mengaku masih dalam proses adaptasi dengan permainan tim dan juga kondisi cuaca di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pada debut Federico Barba bersama Persib, pertandingan melawan Persebaya, yang awalnya cuaca panas, tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat. Bahkan, pertandingan sempat terhenti di menit 71.

“Memang agak sedikit sulit memahami cuaca. Tapi itu tidak menjadi masalah bagi saya karena yang terpenting sekarang ini adalah kami bisa memenangi pertandingan,” ungkapnya berseri-seri.

Culture Shock

Sebagaimana diketahui, Federico Barba, adalah bek asal Italia dan baru beberapa hari ini tinggal di Bandung.

Dalam waktu sesingkat ini, dia bilang sudah menemukan banyak penglaman yang berbeda dari kehidupannya di Eropa.

Federico Barba juga tak menutup diri, mengakui bahwa dirinya sempat mengalami culture shock, terutama berkaitan dengan makanan sehari-hari.

Maklum, sejak lama ia terbiasa dengan cita rasa khas Italia yang melekat kuat dalam kesehariannya.

Meski demikian, mantan pemain AS Roma dan Empoli ini tetap berusaha menikmati proses adaptasi ini sebagai bagian dari petualangan karier barunya. Baginya, setiap pengalaman, pasti akan menjadi pelajaran berharga.

“Ya saya sekarang sedang mencoba untuk menemukan banyak hal, sejujurnya ini bagus. Tapi saya adalah orang Italia, mengenai makanan, saya cinta pasta dan tidak mudah untuk mengubahnya,” katanya.@Ry

BACA INI JUGA
Buky Wibawa Apresiasi Kegiatan IWP Jabar Berbagi
Thom dan Eliano Memulai Debut di Persib dari Bangku Pemain Cadangan

 

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *