Teluk Bintuni, tandabaca.id
Untuk perjuangkan Hak-hak Perempuan, Roma Megawanty seakan lupa rasa lelah, dari Tuasai di Distrik Manimeri Teluk Bintuni, Rabu 17 Januari 2024 lanjut ke Kampung Tofoi Distrik Sumuri Teluk Bintuni Kamis 18 Januari 2024.
Roma Megawanty, adalah Caleg Partai Golkar No. Urut 1 untuk DPR RI Dapil Papua Barat. Caranya, memperkenalkan diri kepada masyarakat ternyata memberikan kesan yang mendalam bagi masyarakat.
“Semoga Bapak-Ibu jatuh cinta sama saya!” yang disambut hangat oleh warga simpatisan Partai Golkar Kampung Tuasai.
Dalam perbincangannya Roma Megawanty mengatakan, di parlemen keterwakilan perempuan sangatlah penting. Sebab, dengan begitu, dapat perjuangkan hak-hak perempuan dengan lebih maksimal.
Pernyataan istri dari mantan Pj Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw ini terang disambut antusias oleh warga masyarakat. Audiens setuju dan semakin cinta kepada Roma Megawanty.
Terlebih, caleg Partai Golkar No. Urut 1 untuk DPR RI Dapil Papua Barat ini sengaja turun ke Kabupaten Teluk Bintuni untuk bertatap muka langsung kepada masyarakat. Yang datang pun nggak tanggung-tanggung hampir 1.000 orang di masing-masing lokasi.
Roma Megawanty, ingin melayani masyarakat dengan maju sebagai caleg DPR RI nomor urut satu dapil Papua Barat dari Partai Golkar. Dengan menjadi anggota DPR RI, ia ingin melayani masyarakat dan memperjuangkan hak-hak perempuan.
Saat ini Roma Megawanty melihat masih banyak persoalan yang dialami perempuan yang perlu mendapat perhatian serius. Hal tersebut berdasarkan pengamatannya langsung saat mendatangi warga.
“Selama menjadi Ketua PKK Provinsi Papua Barat, kita terjun ke masyarakat hingga di lapisan bawah. Saya mendapati persoalan-persoalan sosial masyarakat saat itu masih banyak. Terutama terkait perempuan. Contohnya kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT, kekurangan gizi, stunting, buta aksara dan pernikahan dini,” ujarnya.

Terkait Pernikahan Dini
Ikut hadir pula Plt Sekretaris DPD Partai Golkar Suriyati, Ketua DPD Golkar Kabupaten Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, Ketua Bappilu Partai Golkar Papua Barat Elisa Sroyer, dan sejumlah Caleg DPR Provinsi Dapil 3 Papua Barat.
“Mungkin ada beberapa silang pendapat terkait pernikahan dini tadi, tetapi kita punya Undang Undang pernikahan yang sah di Republik Indonesia. Di sana dinyatakan bahwa minimal usia menikah 19 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Tapi kita masih mendapati banyak yang di bawah umur, bahkan ada yang menikah di usia 14 tahun,” imbuh Roma Megawanty.
Caleg Golkar DPR RI Dapil Provinsi Papua Barat mengungkapkan keheranannya. Padahal saat ini sudah era digital, era teknologi.
“Jadi itulah yang tujuan kami. Kenapa saya ingin maju calon legislatif. Selain disamping undangan dari partai. Tapi lebih kepada keinginan untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat hukum Bivitri Susanti dalam diskusi Koalisi Masyarakat Peduli Keterwakilan Perempuan, dengan tema “Jaga Kualitas Pemilu: KPU Patuh Pada Keputusan MA-DKPP Tegas Sanksi Penyelenggara”, secara virtual, Jumat lalu (6/10) mengatakan Pemilu yang berkualitas menghasilkan demokrasi yang substantif.
“Democracy governance adalah satu bagian penting, dari demokrasi. Konsep-konsep itu, ada keterwakilan perempuan,” kata Bivitri, dikutip dari rmolid.
Menurutnya, tidak ada demokrasi yang substantif, namun keterwakilan perempuan terlalu minim atau sedikit menyebabkan kebijakan yang dihasilkan sangat bias dan timpang.***















Response (1)