Jakarta, tandabaca.id
Aliran Ciliwung di kawasan Kalipasir di perbatasan antara Menteng dan Senen, disulap jadi ladang, banyak tanaman liar dan kandang unggas di atasnya.
Pj Gubernur DKI Jakarta diminta copot pejabat yang bertanggungjawab atas sungai Ciliwung itu, Kepala Dinas (Kadis) dan Kepala Suku Dinas (Kasudin) Sumber Daya Air Jakarta Pusat.
Tokoh Masyarakat Jakarta Pusat Budi mengatakan hal tersebut saat ditanya soal kondisi aliran Sungai Ciliwung yang kondisinya sudah nggak layak disebut sungai lagi.
Disebut demikian karena lumpur di aliran Sungai Ciliwung itu sudah padat akibatnya tanaman liar tumbuh subur disana, dan banyak juga kandang unggasnya.
“Masa kali di batas antara Kecamatan Menteng dan Senen dibiarkan seperti itu, apa saja kerja mereka.” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu 4 Januari 2023.
“Lebih baik copot aja kepala dinas dan kepala suku dinasnya, apalagi sekarang sudah musim hujan, apa nggak banjir besar nanti daerah itu (menteng dan senen),” tambahnya.
“Karena lumpurnya nggak pernah dikeruk, akibatnya lumpur itu mengeras, jangan heran kalau kemudian banyak tanaman liar di atasnya tidak terkecuali kandang unggas,” katanya.
Musim Hujan Ekstrem Sudah Datang
Sementara itu, Dewan Kota Jakarta Pusat Sanusi (perwakilan dari Senen) dan Dadan Suherman (perwakilan dari Menteng) mengatakan pejabat terkait sebetulnya sudah diingatkan untuk mengurus hal itu.
“Apalagi sekarang musim penghujan ekstrem,” katanya.
Seharusnya Dinas SDA sudah melakukan pengerukan masa Ciliwung dibiarkan tidak terurus seperti itu.
Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut, karena akan menghambat aliran air. Terlebih saat ini, musim hujan ekstrem.
“Jangan sampai dibiarkan tanah dan lumpur di kali Ciliwung itu Apalagi sekarang jadi ladang tanaman-tanaman liar di kali itu,” terangnya.
Kadis dan Kasudin SDA Nggak Ngerespon
Sementara itu, Kepala Suku Dinas (Kasudin) SDA Jakarta Pusat Mustajab dikonfirmasi telepon tidak dapat dihubungi.
Sedangkan, Kadis SDA, Yusmada nggak respon alias diem bae saat ditanya tentang Kali Ciliwung yang sekarang menjadi ladang tanaman-tanaman liar melalui telepon selulernya. ***













