Rumah Demokrasi Survei Cawapres Perempuan di Kantong NU, Yeni Wahid Unggul

survei cawapres perempuan

Bandung, tandabaca.id
Rumah Demokrasi Survei Cawapres Perempuan di Kantong NU di Jawa Tengah dan Jawa Barat, hasilnya Putri Gus Dur Yenny Wahid Unggul Dibayang-bayangi Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Temuan survei rumah demokrasi itu dipaparkan melalui diskusi secara online zoom pada Rabu 6 September 2023. Dengan narasumber Ramdansyah, pimpinan rumah demokrasi.

Selain itu, narasumber lainnya, Dr Gustiana A Kambo, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanudin (Unhas). Moderator Franciscus Simorangkir.

Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah mengatakan sepanjang rentang waktu dari 28 Agustus hingga 4 September 2023, rumah demokrasi menyelenggarakan survei regional. Dengan responden sebanyak 400 orang.

Survei cawapres perempuan itu dilakukan di dua wilayah Indonesia yaitu Jawa Tengah dan jawa Timur.

Tujuannya untuk mengukur elektabilitas cawapres perempuan dan preferensi publik terhadap hadirnya tokoh perempuan dalam kontestasi Pilpres 2024.

Oleh karenanya, survey dilakukan berdasarkan munculnya nama-nama tokoh perempuan yang dinilai tepat menjadi Cawepres pada Pilpres 2024.

Ramdansyah yang juga mantan Panwaslu DKI Jakarta 2008 dan 2012 menjelaskan cawapres perempuan disurvei karena memang potensial untuk menarik dukungan pemilih terutama dari kalangan Nadlatul Ulama (NU).

Menyusul sudah dipinangnya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi Cawapresnya Anies Baswedan.

Ramdansyah yang juga akademisi STISIPPB Soppeng mengungkapkan, ada respon positif terhadap munculnya Cawapres perempuan pada Pilpres 2024.

Hal ini kata Ramdansyah diketahui melalui simulasi pertanyaan top of mind bagaimana pendapat responden jika ada cawapres perempuan di Pilpres 2024.

CAWAPRES EREMPUAN DIRESPON POSITIF

Survei Rumah Demokrasi menemukan bahwa sebagain besar reponden merespon positif hadirnya perempuan sebagai Calon Wakil Presiden.

Sebagain besar responden setuju, mendukung dan mendorong munculnya kepemimpinan perempuan dalam kontestasi Pilpres 2024.

Survei juga menemukan beberapa argumen yang disampaikan responden, di antaranya adalah untuk membuka ruang politik yang pro gender.

Kehadiran perempuan di posisi strategis, pentingnya tokoh perempuan di posisi strategis untuk memperjuangkan kepentingan kaum perempuan.

Pendalaman pertanyaan yang dilakukan terhadap responden terkait dengan temuan respon positif tersebut, dilakukan dengan mengajukan pertanyaan apakah responden akan memilih cawapres perempuan,

Menunjukkan bahwa sebagian besar responden akan memilih jika ada Cawapres Perempuan pada kontestasi Pilpres 2024.

Temuan survei Rumah Demokrasi menunjukkan sebanyak 55,6% responden merepson positif dan akan memilih cawapres perempuan. Kemudian, sebanyak 21% tidak memilih, sebanyak 7,2% ragu-ragu dan 15,9% Tidak Tahu/Tidak menjawab.

Dalam paparanya, Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah menilai bahwa peluang keterpilihan cawapares perempuan cukup besar di Pilpres 2024.

“Temuan survei ini menunjukkan bahwa hadirnya Cawapres Perempuan direspon positif publik khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan 55,6% publik akan memilih Cawapres Perempuan jika nantinya maju di kontestasi Pilpres 2024,” Jelas Ramdansyah dalam paparannya.

Sementara itu, Ketua Prodi Doktor Ilmu Politik FISIP Unhas, Dr. Gustiana A Kambo menilai bahwa temuan survei Rumah Demokrasi yang menyebutkan 55,6% persen perempuan di Jateng dan Jatim akan memilih cawapres perempuan, adalah sangat menarik.

YENNY WAHID

Selain mengukur persepsi publik tentang hadirnya cawapres perempuan survei Rumah Demokrasi juga mengukur elektabilitas cawapres perempuan dengan berbagai simulasi.

Dalam paparannya, Ramdansyah, mengungkapkan saat responden diajukan pertanyaan dengan metode tertutup simulasi lima nama cawapres perempuan dengan pertanyaan:

Jika Pilpres dilaksanakan hari ini anda memilih Cawapres siapa?, ditemukan hasil mayoritas reponden menjawab memilih Yenny Wahid.

Nama Yenny Wahid saat ini memiliki elektabilitas tertinggi. Hasil survei Rumah Demokrasi menunjukkan elektabilitas Yenny Wahid sebesar 30,2%, kemudian disusul Khofifah Indar Parawansa 22,8%.

Nama lain yang muncul adalah Susi Pudjiastuti 17,7%, Sri Mulyani 12,6% dan Puan Maharani 8,7%. Sebanyak 8,1% responden belum menentukan pilihan.

Survei Rumah Demokrasi juga melakukan pengukuran elektabilitas dengan simulasi tiga nama Cawapres perempuan dan hasilnya Yenny Wahid tetap mengungguli cawapres-cawapres perempuan lainnya.

Temuan survei menunjukkan elektabilitas Yenny Wahid sebesar 43,8%, kemudian disusul Khofifah Indar Parawansa dengan elektabilitas 37,3% dan terakhir Puan Maharani sebesar 14,3%. Sebanyak 4,7% responden belum menentukan pilihan.

Survei Rumah Demokrasi dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus – 4 September 2023. Survei dilaksanakan dengan metode wawancara melalui telepon dengan melibatkan sampel responden sebanyak 400, terseba secara proporsional di Provinsi jawa Tengah dan Jawa Timur.

Penentuan sampel dilakukan dengan metode pemilihan responden dilakukan secara acak sistematis program komputerisasi yaitu dengan memasukkan data base nomor telepon yang dahulu pernah menjadi responden survei periode 2013-2023 dengan margin of error 5,0% pada tingkat kepercayaan 95%. Populasi responden berdasarkan jumlah penduduk Jateng dan Jatim 57.885.670.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *