Bandung, tandabaca.id
Infrastruktur penyediaan air baku dan bersih harus dipersiapkan sebelum kemarau, agar tidak terjadi lagi bencana kekeringan sebagaimana yang terjadi saat ini.
Anggota DPRD Jabar Jajang Rohana mengatakan belakangan ini terjadi musim kemarau yang disertai fenomena El Nino, akibatnya banyak sawah dan lahan pertanian di Jawa Barat mengalami kekeringan.
Bencana kekeringan ini kata Jajang Rohana terjadi akibat perintah pusat, Provinsi, dan Kabupaten atau Kota tidak mempersiapkan infrastruktur pertanian sebelum tibanya musim kemarau.
“Jadi dampaknya itu kekurangan ketersediaan air baku dan bersih. Nah ini gak bisa pas terjadi elnino ini dilakukan karena kalau ini sifatnya darurat saja, ” ujar Jajang, saat dihubungi Kamis 2 November 2023.
Jajang mengatakan, kalau darurat bisa mengeluarkan dari dana darurat, tapi itu tak menyelesaikan masalah.
“Sehingga ini harus dilakukan bersama-sama, sebab kewenangannya ada yang dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Untuk menyiapkan infrastruktur penyediaan air baku dan bersih, ” kata Jajang.
Jajang mengatakan, kemarau disertai El Nino diprediksi bisa terjadi kembali, dan sebelumnya dimanjakan dengan kemarau basah.
“Maksudnya saat kemarau hujan, jadi sawah itu pada dasarnya air hujan bukan irigasi. Sehingga ketika el Nino banyak yang kekeringan, ” tuturnya.
Jajang menjelaskan, tak bisa melakukan mendadak untuk menghadapi elnino ini karena ini harus ada perencanaan jangka panjang dengan infrastruktur air baku dan bersih.
“Kemarin itu daruratnya membantu kekurangan air bersih bersama pemerintah, tak lebih dari itu, ” ucapnya. ***













