DPRD Jabar Menyayangkan Mengapa Progres TPPASR Legok Nangka Berjalan Lambat

progres TPPASR Legok Nangka
Ketua Komisi IV DPRD Jabar Tetep Abdulatip dalam rangka peninjauan program kegiatan di TPPASR Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Kamis (7/3/2024). (Foto: Istimewa).

Bandung, tandabaca.id
DPRD Jabar menyayangkan mengapa progres Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional atau TPPASR Legok Nangka di Kabupaten Bandung berjalan dengan lambat.

Ketua Komisi IV DPRD Jabar Tetep Abdulatip mengatakan, TPPAS Regional Legok Nangka seharusnya bisa menjadi solusi terhadap permasalahan sampah di Jawa Barat khususnya di Bandung Raya yang dinilai sudah masuk kedalam kategori darurat.

Menurut Tetep, hal yang disoroti oleh Komisi IV DPRD Jabar ialah terkait operasional TPPASR Legok Nangka terkait realisasi program yang belum bisa terlaksana pada tahun 2024.

“Hal yang memprihatinkan karena progres TPPASR Legok Nangka ini sampai 2024, di road map pelaksanaannya sampai akhir tahun 2024 hanya baru bisa menyelesaikan proses administratif nya saja,” katanya.

“Akan tetapi, proses kontruksinya baru bisa dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2025, itu yang kita sesalkan,” beber Tetep saat peninjauan program kegiatan di TPPAS Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Kamis (7/3/2024).

Karena itu, Tetep menilai dengan hadirnya perusahaan asal Jepang (Sumitomo) sebagai pemenang tender pengelolaan TPPASR Legok Nangka dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal.

“Mudah-mudahan setelah beberapa perusahaan gagal memenangkan tender dan sekarang sudah ada perusahaan dari Jepang (Sumimoto) dan sudah MoU juga diharapkan sesuai rencana pada Februari 2025, dan bisa menjalankan tugasnya dengan maksimal dan kalau bisa dimulai pada Tahun 2024, mengingat program konstruksi yang sudah dibangun didalamnya ada anggaran untuk pemerilharaan, Legok Nangka belum beroperasi tetapi kita harus mengeluarkan untuk pemeliharaan ini penghamburan,” jelasnya.

Tetep berharap progres program kegiatan tersebut menjadi fokus Pemprov Jabar melalui Dinas Lingkungan hidup untuk terus mengawal dengan ketat progres TPPASR Legok Nangka dan Legok Nangka bisa menjadi solusi permasalahan sampah Di Provinsi Jawa Barat. ***

BACA INI JUGA
Komisi IV DPRD Jabar Kritisi Program Listrik Desa, Terjadi Tumpang Tindik Penerima Bantuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *