Jambore Pokja Bunda PAUD, Diwarnai Tarian dan Keceriaan Anak

Jambore Pokja Bunda PAUD
Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyu Mijaya menghadiri Jambore Pokja Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat. (Foto: Disdik Jabar)

Bandung, tandabaca.id
Jambore Pokja Bunda PAUD Jabar di Youth Centre Sport Arcamanik, Bandung semarak, Senin 4 September 2023. Seribu Bunda PAUD dari 27 Kabupaten Kota Hadir.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Bunda PAUD Jabar Atalia Praratya, dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar Wahyu Mijaya selaku Ketua Pokja Bunda PAUD Jabar juga ikut menyemarakkan

Kadisdik Jabar mengatakan, selaras dengan tema “Harmoni dalam Simfoni Pentahelix Bakti Bunda PAUD untuk PAUD Jabar Juara”, lima tahun sudah bakti Bunda PAUD Jabar mengabdi, mengorkestrasi kemitraan NKRI bagaikan sebuah simfoni.

“Jambore hari ini adalah kombinasi mengabadikan cita-cita bagaikan prasasti. Kami bangga bekerja bersama Bunda Cinta sehingga mewujudkan sebuah orkestra yang memainkan sebuah sinergitas pengawalan pencapaian prioritas Bunda PAUD yang harmoni, indah, dan tak terlupakan,” tutur Kadisdik.

Giat Jambore Pokja Bunda PAUD ini jugadihadiri pula oleh Sekretaris Disdik Jabar Yesa Sarwedi, Kabid PKLK Deden Saepul Hidayat, Kabid PSMA Awan Suparwana, Kabid GTK Diah Restu Susanti dan beberapa kepala cabang dinas pendidikan.

Ridwan Kamil menilai, Bunda PAUD memiliki peranan sangat penting untuk menciptakan anak-anak Jabar menjadi generasi unggul. Terlebih, jumlah anak-anak usia dini di Jabar paling banyak di Indonesia.

“Kerja-kerja bunda semua akan dipanen 20-30 tahun dari sekarang,” ucap Kang Emil, sapaan akrabnya yang berdiri disamping istrinya yang juga Bunda PAUD Jabar, Atalia Praratya.

Menurutnya, para bunda PAUD wajib bertekad bulat menyiapkan bibit unggul. Sehingga, generasi saat ini bisa membawa Indonesia dan mempromosikannya sebagai negara adidaya pada 2045.

“Jadi bersemangatlah bunda-bunda PAUD. Jadikan lelah anda menjadi lillahitaala,” ujarnya.

MASA KECIL BAHAGIA

Ridwan Kamil juga mengatakan, dirinya bisa seperti sekarang lantaran masa kecilnya bahagia. Baik SD maupun TK dirinya merasa sangat senang di masa itu.

“Saya hyper aktif kaya Arka, tapi dengan bimbingan, dari ibunda, Mak Cik, guru-guru, saya menjadi manusia yang bertakwa dengan segala keterbatasan,” ungkapnya.

Menjelang berakhirnya tugas sebagai orang nomor satu di Jabar, Kang Emil dan istrinya mengucapkan permohonan maaf. Tak lupa Kang Emil juga untuk didoakan yang terbaik pasca bukan lagi pemimpin di Jabar.

“Terima kasih, sampai jumpa di lain kesempatan. Doa kami menyertai doa-doa semua dan akan kami terima doa-doa Anda dari langit kepada kami,” tandasnya. ***

BACA INI JUGA
Disdik Jabar Raih 2 Penghargaan Humas Jabar Awards 2023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *