Kemacetan Muzdalifah Terurai, Hal yang Sempat Dihadapi Jemaah Haji Indonesia Teratasi

Kemacetan Muzdalifah Terurai
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief

Jakarta, tandabaca.id –
Kemacetan Muzdalifah terurai, jemaah haji Indonesia yang terlunta-lunta gegara menunggu jemputan yang tidak kunjung datang akhirnya selesai.

Gegara bus jemputan, tak kunjung duduk di tepian jalan sambil terjemur terik matahari pada suhu yang mencapai 41 derajat celcius.

Menurut Panitia Haji Ahmad Shidiq, bus terlambat menjemput, karena terjebak jemaah lain yang memenuhi dan memadati jalan.

Oleh sebab itu bus tidak bisa masuk untuk mengangkut jemaah asal Indonesia.

“Kepadatan dari titik-titik koordinat jamaah haji menyebabkan pergerakan bus lambat. Jamaah haji yang angkanya kembali normal memerlukan kembali ujian kesabaran dalam kaitan ini,” ujarnya, Rabu (28/6).

Menurut seorang jemaah haji Indonesia bernama Edi Purnomo, jemaah yang menunggu bus terlantar di tepian jalan.

Meski demikian, Edi mengatakan ada tim kesehatan yang mengecek kesehatan jemaah Indonesia.

“Ada tim kesehatan saja. Jumlah jemaah masih ribuan. Saya masih di Muzdalifah belum terangkut ke Mina, masih menunggu bus,” kata dia.

Muzdalifah merupakan daerah terbuka di antara Mekkah dan Mina di Arab Saudi. Di Muzdalifah, jemaah bermalam (mabit) dan mengumpulkan batu lontar jumrah.

SUDAH TERTANGANI

Pada Rabu malam waktu Indonesia, berdasarkan informasi yang diterima, kepadatan di jalan sudah terurai, sehingga bus yang membawa jemaah lebih lancar sampai Muzdalifah.

“Alhamdulillah, kemacetan sudah terurai. Bus mulai membawa jemaah menuju Mina,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Muzdalifah, dalam keterangan tertulis Kementerian Agama.

“Sekitar jam 13.30 waktu Arab Saudi semua jemaah haji Indonesia sudah naik bus menuju Mina,” sambung Hilman.

Menurutnya, keterlambatan proses evakuasi terjadi antara lain karena kemacetan yang terjadi di jalur taraddudi (shuttle) bus yang mengantar jemaah dari Muzdalifah ke Mina.

Jalur itu juga banyak dilalui oleh jemaah haji dari berbagai negara yang akan melakukan lontar jumrah setibanya di Mina, sehingga menambah kepadatan jalan raya.

“Ditambah banyak juga jemaah yang memilih berjalan kaki. Kondisi ini menghambat pergerakan bus yang akan menjemput jemaah di Muzdalifah,” sebutnya.

Menurutnya keterlambatan pemberangkatan jemaah dari Muzdalifah tidak hanya dialami Indonesia, tapi juga Filipina, Malaysia, dan lainnya.

“Hanya, Indonesia adalah jemaah terbanyak. Sehingga paling terdampak,” ujarnya. ***

BACA INI JUGA
Raja Arab Saudi Memberikan Hadiah Perjalanan Haji Gratis Kepada 1000 Warga Palestina

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *