Menyemai Harapan Lewat Penanaman Pohon di Desa Jatimulya

Jejak Abadi KKN 293 UIN Bandung

Dokumentasi Pribadi KKN 293 UIN BDG – 24 Agustus 2025

Jejak Abadi KKN 293 UIN Bandung : Menyemai Harapan Lewat Penanaman Pohon di Desa Jatimulya, sekaligus menjadi simbol kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan.

Penulis : Eka Alvin Nur Masruhah, Fitri Azizah Restiani, Dicki Daulah

(Tim Humas KKN 293 UIN BDG)

Sumedang, tandabaca.id
Para mahasiswa dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) 293 UIN Bandung memberikan kontribusi nyata bagi Desa Jatimulya, yang berada di Kecamatan Sumedang Utara, dengan melakukan penanaman 15 bibit pohon Mahoni Uganda di area Leuweung Tiis.

Aktivitas menanam ini menjadi simbol kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan dan juga memberikan kesempatan untuk ekonomi yang lebih ramah lingkungan bagi masyarakat di masa depan.

Kegiatan ini adalah bagian dari seluruh program KKN 293 UIN Bandung yang dilaksanakan antara 21 Juli hingga 25 Agustus 2025.

Dari 50 bibit tanaman yang berhasil diperoleh secara gratis berkat kolaborasi dengan UPTD Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, sebanyak 15 bibit ditanam di Leuweung Tiis, sedangkan sisanya disebarkan ke SD Gunung Sari, MDTU Baiturrahman, Ketua RW 04 Pasirmulya, dan wilayah sekitarnya di Desa Jatimulya.

Diterima Antusias Masyarakat

Program penghijauan ini diterima dengan antusias oleh masyarakat desa karena sesuai dengan rencana desa untuk menjadikan kawasan Leuweung Tiis sebagai area yang dapat menghasilkan. Bapak Rohmat, seorang tokoh masyarakat yang juga merupakan perangkat Desa Jatimulya, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal yang menggembirakan untuk pengelolaan kawasan agro pertanian.

“Harapan kami, lahan ini bisa berkembang menjadi area hijau yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Mahoni Uganda dikenal kuat dan bernilai tinggi, jadi kalau dirawat dengan baik, hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Bapak Rohmat.

Beliau juga menekankan pentingnya peran warga dalam merawat pohon setelah masa KKN berakhir.“Kami berterima kasih atas inisiatif mahasiswa. Namun yang terpenting adalah keberlanjutannya. Masyarakat harus ikut menjaga agar pohon ini tumbuh dan memberi manfaat di masa depan,” tambahnya.

Gagasan Muncul dari Mahasiswa
Dokumentasi Pribadi KKN 293 UIN BDG – 24 Agustus 2025

Ketua kelompok KKN 293, Muhamad Rizqi Sobari, mengungkapkan bahwa gagasan penanaman ini muncul dari keinginan para mahasiswa untuk meninggalkan sesuatu yang tetap bermanfaat, meskipun setelah periode pengabdian mereka selesai. Ia menambahkan bahwa Leuweung Tiis dipilih karena memiliki potensi besar sebagai area hijau yang bisa dikelola secara produktif dan juga lahan yang dianjurkan untuk melakukan penanaman oleh
pihak desa.

“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bukan hanya terlihat saat ini, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi generasi mendatang. Dengan adanya dukungan masyarakat dan perangkat desa, kami yakin pohon-pohon ini akan tumbuh subur dan menjadi warisan hijau yang bermanfaat bagi Desa Jatimulya,” ungkap Rizqi.

Dengan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan dukungan pemerintah daerah, penanaman Mahoni Uganda di Leuweung Tiis bukan sekadar kegiatan penghijauan. Inisiatif ini menjadi lambang kolaborasi dan harapan, menciptakan ekosistem yang berkelanjutan serta menawarkan prospek ekonomi yang dapat bertahan lama bagi Desa Jatimulya.***rilis

BACA INI JUGA
Mahasiswa Kuatkan Literasi Hukum dan Keuangan di Desa Jalatrang

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *