Imlek Dominan Warna Merah, Lambang Hoki, Kebahagiaan, Kemakmuran, dan Energi Positif

Ilustrasi Imlek Mode AI

BANDUNG, TANDABACA.ID – Perayaan Imlek Dominan dengan Warna Merah, karena Melambangkan Hoki, Kebahagiaan, Kemakmuran serta Energi Positif

Dalam budaya Tionghoa, warna merah sangat dominan, semua tidak lain dikarenkan pewarna itu memiliki makna filosofis yang sangat mendalam, dan tidak terpisahkan dari perayaan Imlek.

Lantas apa makna utama warna merah dalam Imlek, karena pewarna itu melambangkan keberuntungan (hoki), kebahagiaan, kemakmuran, serta energi positif.

Warna merah juga dianggap sebagai simbol api yang membakar nasib buruk, dan membawa optimisme untuk tahun yang baru.

Mengapa Warna Merah Digunakan untuk Mengusir Energi Negatif

Menurut legenda Tiongkok, warna merah digunakan untuk menakut-nakuti dan mengusir monster bernama Nian, yang muncul di awal tahun baru.

Oleh karena itu, warna merah juga dipercaya sebagai simbol perlindungan dari roh jahat dan nasib buruk.

Warna Merah dalam Ornamen Imlek

1. Angpao, amplop merah yang melambangkan doa agar penerima mendapatkan keberuntungan dan kemajuan usaha.

2. Lampion, simbol penerangan, kesatuan, dan harapan akan rezeki yang terus mengalir.

3. Pakaian (cheongsam/tangzhuang), mengapa baju merah saat imlek dipercaya dapat mengundang energi positif bagi seluruh anggota keluarga.

Pantangan, Warna Hitam dan Putih

Kalau merah melambangkan rezeki dan keberuntungan, apakah ada warna yang menjadi pantangan saat perayaan imlek.

Dalam budaya tradisional Tionghoa, merah menjadi pertanda baik sementara hitam dan putih memiliki makna sebaliknya.

Oleh karena itu warna hitam dan putih sebaiknya dihindari, kedua warna tersebut diasosiasikan dengan suasana duka atau kematian, yang dianggap tidak selaras dengan semangt perayaan imlek yang penuh sukacita.***

BACA INI JUGA :
Gentengisasi & Catatan Melipir Korupsinikus – Merawat Citra Permukaan
​Inovasi Eco-Paving : Mahasiswa IPB Berdayakan Warga, Kelola Sampah Plastik
Munggahan Tetap Eksis, Kian Populer di Tengah Dinamika Masyarakat Modern

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *