BANDUNG, TANDABACA.ID – Tradisi Imlek memiliki daftar hidangan bermakna filosofis serta berbagai aturan tak tertulis yang dipercaya dapat menjaga keberuntungan sepanjang tahun.
Berikut adalah rincian makanan wajib dan pantangan selama perayaan Imlek:
Makanan Wajib Imlek dan Maknanya
Hidangan yang disajikan saat Imlek bukan sekadar pengganjal perut, melainkan simbol doa bagi keluarga:
Kue Keranjang (Nian Gao): Melambangkan harapan akan kemajuan dalam hidup dan peningkatan rezeki setiap tahunnya.
Siu Mie (Mie Panjang Umur): Melambangkan umur panjang dan kebahagiaan yang tidak terputus.
Ikan (Yu): Melambangkan kelimpahan dan surplus rezeki di tahun mendatang.
Jeruk Mandarin: Bentuknya yang bulat dan warnanya yang keemasan melambangkan kemakmuran dan kekayaan.
Kue Lapis Legit: Melambangkan keberuntungan dan kemakmuran yang datang secara berlapis-lapis.
Lumpia Goreng: Warnanya yang cokelat keemasan setelah digoreng dianggap mirip dengan emas batangan, simbol kekayaan.
Pantangan Selama Perayaan Imlek
Beberapa aktivitas dan makanan tertentu sangat dihindari karena dipercaya dapat “mengusir” hoki atau membawa kesialan:
Dilarang Makan Bubur: Bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan; mengonsumsinya saat Imlek dipercaya dapat menghambat datangnya kemakmuran.
Dilarang Menyapu dan Membersihkan Rumah: Menyapu pada hari pertama Imlek dipercaya dapat ikut menyapu bersih keberuntungan yang diberikan oleh dewa kemakmuran.
Hindari Warna Hitam dan Putih: Kedua warna ini sering dikaitkan dengan suasana duka atau kematian; disarankan mengenakan warna merah atau emas.
Dilarang Keramas dan Potong Rambut: Mencuci rambut (“Fa” dalam Mandarin) dipercaya dapat menguras rezeki. Memotong rambut juga dianggap tabu karena bisa membawa nasib buruk.
Jangan Menggunakan Benda Tajam: Penggunaan pisau atau gunting dihindari karena dipercaya dapat “memutus” aliran rezeki.
Pantang Menagih atau Meminjamkan Utang: Melakukan transaksi utang-piutang saat Imlek dipercaya akan membawa kesulitan finansial sepanjang tahun.











