Khas  

‘Upeti’ THR Bupati Cilacap Kena OTT KPK, Korupsinikus: Kasihan

‘Upeti’ THR Bupati Cilacap Kena OTT KPK, Korupsinikus:Kasihan. Padahal tinggal sedikit lagi. Dan yang lebih penting. Jangan sampai salah tanggal.

Oleh : Harri Safiari

DI SEBUAH kabupaten di Cilacap Provinsi Jawa Tengah yang tenteram, seorang bupati punya mimpi sederhana:
mengumpulkan THR.

Targetnya tak muluk-muluk.

Hanya Rp750 juta.

Sumbernya pun jelas:

perangkat daerah sendiri! Lazimnya, inipun semacam, u p e t i !.

Maka 23 dinas pun bergerak.

Ada yang setor cepat, ada yang setor pelan.

Total terkumpul Rp610 juta.

Tinggal Rp140 juta lagi.

Sayangnya, negara kita memiliki satu lembaga yang suka datang sebelum acara selesai: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Operasi tangkap tangan (OTT) pun terjadi. THR berhenti di angka Rp610 juta.

“Kasihan,” kata Korupsinikus.

“Padahal tinggal sedikit lagi.”

Ia lalu menyalakan rokok imajiner dan menatap jauh ke arah kalender dinding republik ini.

“Ini pelajaran penting bagi para kepala daerah di Negeri Konoha Raya (NKR),” katanya.

“Kalau mau korupsi, jangan tanggung-tanggung. Campakkan saja itu jauh-jauh, prinsip good governance! ”
Ia berhenti sebentar.

“Dan yang lebih penting…”

Korupsinikus menunjuk kalender.

“Jangan sampai salah tanggal.”

“Cermati hari baik dan hari sial.”

Sebab di negeri ini, korupsi jarang gagal karena dosa.

Ia biasanya gagal karena keduluan, dan kalah sigap, mungkin juga kurang luwes dan kurang sesaji lagi?!
(Selesai.) 🚀

BACA INI JUGA : Demokrasi, Nepotisme, dan Utopia Pilpres, Korupsinikus : Hindarkan Ijazah Palsu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *