Rencana Bedol Bandara Bergulir Lagi, Semoga Operator Tidak Gagap

DADDY ROHANADY

Rencana Bedol Bandara
Anggota Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady saat meninjau pembangunan Tol Cisumdawu dan pebaikan di ruas jalan provinsi menuju BIJB. beberapa waktu lalu.

Bandung, tandabaca.id –
Rencana bedol bandara atau pengalihan layanan penerbangan dari Bandung ke Majalengka bergulir lagi. DPRD Jabar bilang seperti ini.

Menurut rencana, pemerintah pusat akan mengalihkan seluruh layanan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara (Bandung) ke BIJB Kertajati (Majalengka).

Pemindahan layanan penerbangan itu, seiring dengan segera rampungnya pengerjaan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan).

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Jabar, Daddy Rohanady menyambut baik rencana pemerintah tersebut.

Daddy menjelaskan, sebetulnya rencana pengalihan layanan penerbangan ini sudah lama bergulir. Namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Sebetulnya, kegiatan (pengalihan layanan penerbangan) dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati ini pernah terlaksana,” katanya.

“Namun, saat ini kembali ke posisi awal. Semoga kali ini dapat terlaksana dengan serius,” tambahnya.

Politisi Partai Gerindra dari Dapil Jabar XII menambahkan, setelah Jalan Tol Cisumdawu rampung, seharusnya tidak ada lagi alasan untuk tidak melaksanakan pengalihan layanan penerbangan itu.

Daddy berharap semoga pihak PT BIJB dan Angkasa Pura II sebagai operator, kali ini tidak gagap.

Sebab kata Darro, pangilan akrab untuk Daddy Rohanady, masyarakat sudah lama menunggu kebijakan ini.

“Para penggagas dan tentunya kami di DPRD Jabar, mengharapkan kali ini kebijakan itu serius. Kami mengharapkan BIJB Kertajati ini bisa menjadi pintu sekaligus jendela dunia,” ungkapnya.

Jika kebijakan pengalihan layanan penerbangan ini terlaksana, kata Daddy, maka akan berpengaruh terhadap perekonomian Jawa Barat.

Selain itu, ungkap Daddy, mereduksi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Barat yang saat ini mencapai angka 8,31 persen.

“Jika TPT mampu ditekan, maka otomatis akan mereduksi pula persentase penduduk miskin di Jawa Barat yang saat ini berada pada angka 7,9 persen. Bukankah pembangunan sejatinya untuk mereduksi dua hal itu?,” tuturnya. ***

BACA INI JUGA
Daddy Rohanady, Jelaskan Soal Perda Perlindungan Anak

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *