Bom Atom, Pasar Atom, Kacang Atom (Pilus)

Pasar Atom

Jakarta, tandabaca.id
Willem van de Poll, fotografer yang mengabadikan suasana Batavia lima tahun sebelum Belanda angkat kaki untuk selamanya, memotret Pasar Atoom — terletak di sepanjang kanal antara Rijswijk dan Noordwijk, atau Jl Veteran dan Jl H Djuanda saat ini. Foto dipublikasikan dalam Guys of the Deed dengan judul Pasar-atoom op Noordwijk in Batavia.

Pasar Atom, demikian warga Batavia menyebutnya, adalah pasar gelap yang menjual apa aja, kecuali uranium dan plutonium — dua bahan dasar bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki. Pasar muncul selama pendudukan Jepang di Indonesia.

Setelah Bom Atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, dan Jepang menyerah, Pasar Atoom di Batavia masih beraktivitas. Beberapa tahun setelah Jepang angkat kaki, Pasar Atoom hilang dari tempat aslinya.

Sebagai gantinya, muncul Pertokoan Pasar Baru Atom di Jl Samanhudi, Pasar Baru. Di Surabaya, Pasar Atom muncul tahun 1972 dan kini menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan tradisi tawar-menawar.

Pasar Atom di Jakarta meredup, akibat pertokoan, plaza, dan mall yang terus tumbuh. Namun, nama atom masih tetap seksi untuk digunakan sebagai nama produk. Tahun 1990-an muncul cemilan bernama kacang atom.

PILUS

Di masyarakat Jakarta, kacang atom punya nama lain, yaitu pilus. Pilus atau kacang atom adalah cemilan berupa kacang dibungkus tepung tapioka. Semula kacang atom atau pilus berwarna putih, tapi belakangan ada yang berwarna cokelat.

Entah siapa yang punya ide membuat kacang dibungkus tipioka putih dan digoreng. Semoga yang punya ide bukan pakar nuklir, yang tahu partikel uranium 235 — bahan dasar bom atom dan nuklir — berwarna putih.

Bom atom memusnahkan dua kota di Jepang; Hiroshima dan Nagasaki. Di Indonesia, kacang atom membuat dua raksasa industri cemilan berbahan dasar kacang; PT Garudafood dan PT Dua Kelinci, berebut kepemilikan hak merk kacang atom atau Katom (lihat: Garuda dan Kelincu Berebut Katom dalam https://indra0022.wordpress.com/tag/kacang-atom/)

BACA INI JUGA
Ernest Dezentje, Pelukis Kesayangan Soekarno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *