Ernest Dezentje, Pelukis Kesayangan Soekarno

TOPONIMI

Ernest Dezentje (kanan) berbicara dengan Gubernur Jenderal Hindia Belanda BJ de Jonge, yang mengunjungi pameran lukisannya di Art Hall of Kolff di Nordwijk Batavia, 24 Mei 1936. Ernest Dezentje adalah pelukis kesayangan Soekarno.

Jakarta, tandabaca.id
Dua pekan lalu saya dikirimi video TikTok yang bercerita soal Ernest Dezentje. Tak lama kemudian seorang kawan minta saya cerita soal pelukis ini. Maklum, dia pelukis kesayangan Soekarno dan kini makamnya di Bogor terbengkalai.

Saya lacak di google. Busyet….! Yang nulis Ernest Dezentje udah banyak. Seperti biasa, isinya daur ulang. Lucunya, nggak ada gambar , yang membuat kita tahu seperti apa wajah pelukis keturunan Pribumi-Belanda-Perancis ini. Kalau pun ada, ya ngeblur gitu lah.

Saya coba cari di berbagai situs. Ketemu. Ini mungkin satu-satunya foto dia yang setidaknya membuat kita tahu wajah Ernest Dezentje. Foto ini terdapat di gahetna.nl.

Ernest Dezentje (kanan) sedang berbicara dengan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda BC de Jonge, yang mengunjungi pameran lukisannya di Art Hall of Kolff di Nordwijk — kini Jl Ir H Juanda — di Batavia pada 24 Mei 1936.

Ernest Regnard Leonce Dezentje lahir di Jatinegara, Batavia, 17 Agustus 1883. Meninggal 12 Januari 1972 dan dimakamkan di Bogor, di samping makam istri tercinta; Siti Rasmini.

Moyang Ernest Dezentje, yang membuatnya dibilang keturunan Perancis, adalah Jean Francois Teissonnier — yang datang ke Pulau Jawa untuk menjadi kopral tentara VOC di Solo.

Johannes Augustinus Dezentje dan Johannes Augustinus Diederik Caspar Dezentje, cucu dan cicit Teissonnier, menikahi keluarga Keraton Solo. Leon Caspar zn Dezente (baca: Leon Caspar zo ne Dezentje), ayah Ernest Dezentje, menikah dengan wanita Belanda kelahiran Batavia; Charlotte Wilhelmina Henriette Reijnhart.

Mooi Indie

Ernest Dezentje adalah pelukis otodidak. Ia belajar dari rekan-rekan sesama pelukis kulit putih kelahiran Eropa. Menurut kritikus saat itu, Ernest Dezentje lebih bisa menangkap cahaya tropis Hindia-Belanda dibanding yang lain.

Aliran seni lukis yang berkembang saat itu adalah Mooi Indie, yang digagas sejumlah pelukis untuk mendukung program pariwisata Hindia-Belanda. Seluruh lukisan Mooi Indie adalah tentang lanskap dan keindahan Hindia-Belanda.

Ernest Dezentje berkeliling Jawa, menghabiskan lima tahun di Sumatera, untuk melukis. Ia terpesona dengan Gunung Salak dan mencari lokasi yang cocok untuk menangkap pesona. Lokasi itu bernama Kampung Muara, Bogor. Di kampung itu Ernest Dezentje berkenalan dengan gadis kampung bernama Siti Rasmini.

Keduanya menikah. Menjalani hidup bersama. Siti Rasmini meninggal tahun 1952, dan Ernest Dezentje tak pernah menikah lagi.

Satu hal yang membuat Ernest Dezentje populer, yaitu kedekatannya dengan Soekarno. Kedekatan terjalin jauh sebelum periode dekolonisasi. Soekarno mengoleksi banyak lukisan Ernest Dezentje.

Setelah Belanda angkat kaki dan Soekarno kembali ke istana, Dezentje telah melupakan kedekatannya dengan sang presiden. Namun, Soekarno menugaskan seseorang untuk mencari Ernest Dezentje.

Kedekatan keduanya kembali terjalin. Ernest Dezentje kembali melukis. Beberapa lukisannya menghiasi dinding istana sampai saat ini. Namun ketika Soekarno mendekat ke PKI dan membentuk Lekra, Ernest Dezentje menjaga jarak.

Setelah Soekarno terguling, Ernest Dezentje — yang saat itu mulai sepuh — juga menghilang. Dua tahun setelah Soekarno meninggal, Ernest Dezentje menemui ajal.***

Oleh Teguh Setiawan penulis toponimi Jakarta Barat dan Jakarta Timur

BACA INI JUGA
Meeng Bersaudara dan Sepak Bola Rasis di Hindia Belanda

 

 

 

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *