Jakarta, tandabaca.id –
Akses Jalan Menuju RSUD Kemayoran semrawut, banyak lapak pedagang kaki lima (PK-5). Wakil Wali Kota Jakarta Pusat belum merespon.
Warga masyarakat yang hendak berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kemayoran mengeluh lantaran akses jalan menuju ke gedung pelayanan kesehatan di kawasan, Jalan Serdang I, menyempit.
Sekedar diketahui, jalan menuju ke RSUD Kemayoran ini menjadi kesemrawutan lantaran bermunculan lapak pedagang yang menggelar semaumya di jalanan.
Jalanan menjadi mirip seperti punya nenek moyangnya sendiri, yang mau lewat ngontrak.
“Mau berobat ke RSUD Kemayoran jalannya jadi sempit banget karena banyak pedagang gelar dagangan,” keluh Wati (38) warga Kecamatan Kemayoran, Minggu (9/4/2023) sore.
Hal senada juga dilontarkan, Edy (58) dia juga mengeluh karena akses jalan ke gedung pelayanan masyarakat RSUD Kemayoran tidak berubah dari dulu.
“Jalannya menyempit sudah gitu semrawut banyak pedagang berjualan di jalanan. Kesan kumuh dan kotor dibiarin pemerintah setempat,” katanya.
“Padahal jalan ini berdekatan dengan kantor pelayanan warga Kecamatan Kemayoran hingga bertahun-tahun,” tambah Edi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Chaidir saat dihubungi telepon belum merespon.
Tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budi mengaku miris sejak DKI Jakarta dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono selama 7 bulan ini kerjanya cuman seremonial dan tidak ada terobosan baru.
Akibatnya tata kelola pemerintahan menjadi awut-awutan.
“Lihat saja itu wilayah awut-awutan begitu dicuekin saja. Apalagi jalan itu akses menuju ke pelayanan kesehatan warga,” tandasnya. (is)
BACA INI JUGA
Danramil Senen Bagi-bagi Makanan Siap Saji, Warga Senyam-Senyum
Tangkal Gangguan Trantibum, Camat Menteng Dirikan 4 Posko Pantau














Response (1)