Bandung, tandabaca.id
Bandung Cimahi Kota Kreatif, itu nyata. Namun, tidak didukung sarana prasarana yang memadai, contoh mudahnya dari sudut pendidikan. Ini yang harus dibenahi.
Endang Suherli, S.Psi, Caleg DPRD Jawa Barat Dapil Jabar 1 No.4 dari PBB mengatakan hal tersebut di atas saat bincang-bincang dengan tandabaca.id, Selasa 30 Januari 2024.
“Julukan itu melekat pada kota Bandung dan Kota Cimahi karena kreatifitas masyarakatnya, dan kreatifitas itu sudah dikenal luas masyarakat Indonesia” ungkapnya.
Kreatifitas yang muncul di masyarakat itu muncul karena desakan kebutuhan hidup. Belum didukung oleh sarana prasarana yang memadai, dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
“Sekolah Menengah Kejuruan memang banyak, tetapi semuanya masih mengarah ke industrialisasi yang mengarahkan mereka untuk bekerja ke sektor-sektor Industri,” ungkapnya.
Padahal, kreatifitas masyarakat Kota Bandung dan Kota Cimahi tidak mengarah ke sektor-sektor industrialisasi itu. Mereka lebih berminat untuk cari penghasilan dengan cara berdiri di atas kakinya sendiri.
“Hal itukan seharusnya pemerintah daerah dukung. Bukannya malah abai,” bebernya.
Bukankah pemerintah, kata Endang Suherli, jauh-jauh hari sudah bilang industrialisasi tidak akan mungkin bisa menampung jumlah pencari kerja.
Jadi masyarakat disarankan pemerintah, untuk kreatif menciptakan lapangan-lapangan pekerjaannya sendiri. Pemerintah akan membuatkan regulasi dan sarana prasarananya.
“Bandung Cimahi itu sudah kreatif, mbok ya, dibantu. Mana regulasinya, mana sarana,” ujar Endang Suherli yang basic pendidikannya adalah psikolog.
Hal itu yang nanti akan diperjungkan Endang Suherli bila nanti dipilih masyarakat menjadi wakil rakyat di DPRD Jabar.
“Jangan Lupa Pilih Surat Suara Warna Biru Coblos No. 4,” ungkapnya.***














Response (1)