Berita  

Bapak-Ibu, Aki-Nini Pake Putih Abu-abu Geruduk Gedung Sate Tuntutannya Ini

Aki-Nini Pake Putih Abu-abu

Bandung, tandabaca.id
Bapak-Ibu, Aki-Nini pake putih abu-abu geruduk gedung sate minta Pj Gubernur Pj Walikota dan Pj Bupati selesaikan kasus penahanan ijazah yang tersebar di 414 SMA/SMK se Jabar, Rabu 17 Januari 2024.

Aktivis 98, Furqan AMC mengatakan aksi geruduk Gedung Sate pake baju putih abu-abu bukan gaya, atau reuni sekolah.

Aksi dilakukan untuk menyampaikan keprihatinan kasus dari tahun ke tahun kasus penahanan ijazah nggak pernah selesai, malah semakin banyak saja.

“Hari ini, kami bukan gaya-gayaan seperti pesta reuni sekolah yang lazim kita lihat. Tetapi orang tua, mau memprotes ke Pj Gubernur, Pj Walikota atau Pj Bupati,” katanya.

Dengan disuarakannya protes, diharapkan, Pj Gubernur, Pj Walikota atau Pj Bupati bisa segera menyelesaikan kasus penahanan ijazah.

Protes dikumandangkan, kata Furqan, karena para siswa, sangat membutuhkan ijazah tersebut, untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan.

Dalam menjalankan aksinya orangtua siswa datang ke Gedung Sate dengan membawa beberapa poster dan spanduk yang berisikan aneka tuntutan di antranya tertulis SEKOLAH DILARANG MENAHAN IJAZAH SISWA.

Furqan AMC dalam rilisnya menjelaskan per 17 Januari 2024, ada 414 sekolah yang masih menahan ijazah siswa-siswinya yang sudah lulus.

Sekolah-sekolah tersebut terdiri dari 41 sekolah Negeri dan 373 sekolah Swasta. Tahun kelulusan penahanan ijazah, dari tahun 2002 hingga 2023.

“Jadi sudah ada siswa yang ijazahnya ditahan hingga 20 tahun,” terangnya.

Sekolah-sekolah tersebut tersebut jelas Furqan, tersebar di 13 Kota/Kabupaten dari 27 Kota/Kabupaten se Jawa Barat.

Urutan 4 terbanyak Kota Bandung, tercatat ada 281 kasus, Kabupaten Bandung 54 ksus, Kota Cimahi 44 kasus,, Kabupaten Bandung Barat 20 kasus, sisanya dari total 414 sekolah ada yang 4, 3, 2, hingga masing-masing 1 kasus.

Ijazah ditahan karena orangtua masih punya tunggakan dengan pihak sekolah, besaran utang di bawah Rp5 juta ada 241 kasus atau 58 Persen.

TUNGGAKAN ORTU SISWA

Utang orang tua di bawah Rp10 juta ada 121 kasus atau 29 persen, utang orang tua di bawah Rp15 juta ada 41 kasus atau 9,9 persen dan sisanya yang menunggak di bawah Rp20 juta ada 11 kasus atau Rp2,7 persen.

“Saya mah ikut demo hari ini demi memperjuangkan ijazah anak saya yang masih ditahan di SMAN 16 Kiaracondong Kota Bandung. Anak saya lulus tahun 2021, masih harus ditebus sekira Rp. 2,5 juta,” kata Toto (51)

“Jaman lagi susah gini, dari mana uang segitu? Usaha wiraswasta mebel saya lesu sejak tahun 2020 duh…repot saya,” tambah warga Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.

Sementara, Ujang Mulyana asal Bandung Selatan mengatakan anknya lulus SMK Al Burdah Soreang Kabupaten Bandung.

“Saya masih harus menebus ijazah sekitar Rp5 juta, dari mana dapat uang segitu saat ini,” ujarnya.

“Setahun saya ada sekitar 10 anak lainnya yang ijazahnya masih ditahn, tidak tahu bagaimana nasib merek sekarang,” ungkapnya.

TIGA TUNTUTAN

Furqan yang juga juru bicara dan Direktur Propaganda dan Advokasi Publik DPP PSI mengatakan ada tiga tuntutan utama dalam demo ini.

1. Pertama, Dinas Pendidikan secepatnya menuntaskan persoalan ini, karena penahanan ijazah bisa menghancurkan masa depan siswa, serta bisa berdampak psikologis pula. Penahanan ijazah secara akumulatif bisa berdampak pada bidang ekonomi nasional. Ia dapat meningkatkan penggangguran.

2. Kedua, menindak dengan tegas, pihak sekolah maupun oknum penyelenggara pendidikan yang masih mempraktikkan penahanan ijazah siswa.

3. Ketiga, melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Pendidikan dan penyelengara pendidikan di semua jenjang, guna memastikan kasus penahanan ijazah tidak terulang lagi. (HS).

BACA INI JUGA
Video Viral Gedung Sate Digeruduk Air Tak Diundang, Kok Bisa Ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *