Elemen Masyarakat Jabar Ucapkan Ultah Abah Landoeng, Rekaman Sejarah Perjalanan Sang Tokoh

Ultah Abah Landoeng
Elemen Masyarakat Jabar Ucapkan Selamat Ultah kepada Abah Landong, Sama dengan usianya yang hampir 99 tahun. Perayaan ini juga, akan jadi rekaman sejarah perjalanan sang tokoh. Foto Istimewwaw

Elemen Masyarakat Jabar  Ucapkan Selamat Ultah kepada Abah Landoeng, Sama dengan usianya yang hampir 99 tahun. Perayaan ini juga, akan jadi rekaman sejarah perjalanan sang tokoh.

Bandung, tandabaca.id
Ratusan orang dari puluhan elemen masyarakat Jawa Barat sambangi Nasi Goreng Anglo Sani Landoeng Jalan Mangga, Kota Bandung, Kamis 11 Juli 2024.

Masyarakat dari beberapa lintas generasi, datang silih berganti untuk penuhi undangan Abah Landoeng yang sebentar lagi akan merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-99.

Wow!!! Usia yang terbilang fantastis. Syukur Alhamdulillah di usia yang nyaris satu abad, Abah Landoeng masih sehat walafiat, bisa beraktivitas seperti layaknya usia 50-an.

Selain hidangannya enak, warung tempat perayaan HUT ke-99 Abah Landoeng ini pun, berada tepat di samping gedung bersejarah berarsitektur Belanda.

Gedung itu adalah toko Cairo –toko yang bisa dibilang legendaris. Dagangannya lengkap, semua ada.

Bangunannya didirikan tahun 1920-1n seera dengan Abah Landong dan baru pada 1946 dibeli oleh ayah dari Lucita Purnamasari –pengelola yang sekarang.

Abah Landoeng pun bukan sosok yang biasa-biasa saja, dia multy talented. Dia guru dari semua tokoh Indonesia yang hidup saat ini, –guru dari Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin juga.

Teman seangkatannya pun bisa dibilang nyaris sudah almarhum semua, terakhir Abah Landoeng terlihat ikut melayat kepergian sahabatnya Almarhum Solihin GP.

Elemen Masyarakat Jabar Ucapkan Selamat Ultah kepada Abah Landong, Sama dengan usianya yang hampir 99 tahun. Perayaan ini juga, akan jadi rekaman sejarah perjalanan sang tokoh. (Foto Istimewa)
OEMAR BAKRIE

Abah Landoeng pensiunan guru SMP Negeri 2 dan 5 di Kota Bandung, selain meluluskan Bey Triadi Machmudin, juga meluluskan Virgiawan Liestanto alias Iwan Fals.

Lagu Oemar Bakari karya Iwan Fals pun terinspirasi dari sosok Abah Landoeng. Ya, kendaraan yang digunakan Abah saat menjadi guru memang sepeda ontel.

Profesi Abah Landoeng tidak hanya guru, dia juga aktivis lingkungan, aktivis anti korupsi, relawan sejak masa perjuangan, kemerdekaan hingga kini.

Abah Landong juga sosok di balik suksesnya gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955. Mobil-mobil yang disiapkan Indonesia untuk delegasi VVIP KAA adalah hasil kerja nyata Abah.

Mobil-mobil itu, tidak dibeli pemerintah Indonesia tetapi dipinjam dari beberapa tokoh Indonesia jaman doeloe.

“Hebat Abah, dari pejabat hingga pengamen alias anak jalanan, tumplek-blek di Jalan Mangga No. 26 atau diemperan Toko Cairo, mereka datang bergelombang dari pagi hingga sore,” kata Harisman Subawijaya yang sehari-hari dikenal selaku pewarta destinasianews.com.

Sementara itu, Adi Raksanagara, pewarta senior di Kota Bandung, di ultah Abah Landong membentuk trio dengan Abah Iwan Lumintang, dan Abah Landoeng.

“Ini ari kita saperti dikasi oemoer choesoes pandjang, bertiga bikin foto djepret-djepret langsoeng afdruuk…” papar Kang Adi dengan gaya khas berbicara langgam Indonesia tempo doeloe.

Artinya, di perayaan HUT Abah Landoeng, selalu riuh-rendah pembicaraan para pengunjung.

“Ini benar-benar pertemuan para lintas aktivis dari segala level, hari ini perwakilannya ada di sini, berkat pertemuan ini, kita tambah saudara saja,” papar Silvia Adriana D.S yang hadir bersama Martin B Chandra dan puluhan rekan dari Paguyuban Bandungariung.

Paguyuban ini, setiap Rabu malam selalu berdiskusi di D’Botanica Bandung Mall Jl. Dr. Djundjunan Jl. Tol Pasteur, Bandung.

MOMENTUM SEJARAH

Sementara, jurnalis senior lainnya Sulhan Syafi’e mengatakan HUT ini momentum bersejarah tersendiri dari sosok Abah Landoeng.

Diusia yang cukup lanjut dari rata-rata bangsa Indonesia, Abah Landoeng masih beraktivitas relatif normal.

“Terpenting, ia memberi contoh tentang nilai-nilai kehidupan sejak era sebelum merdeka, era perjuangan mempertahankan kemedekaan, Orla dan Orba, hingga masa reformasi,” pungkasnya.

Harapannya, nilai-nilai dari Abah Landoeng ini, dapatlah kita abadikan, dengan menerbitkan buku tetang ‘peran penting’ Abah Landoeng bagi Indonesia pada umumnya dan Jabar pada khususnya.

“Semoga saja, buku sekitar 120 halaman ini akan segera terbit dalam beberapa bulan mendatang.”

Bella, pengamen jalanan yang biasa ngais rejeki di sekitar fly over Kopo juga ikut hadir di HUT ke-99 Abah Landoeng.

Sementara sing empunya hajat Abah Landong dan istri tercinta Sani tak putus-putusny mengucapkan syukur atas kehadiran para undangan.

“Padahal kami hanya mengumumkan secara sederhana saja, via Medsos. Di luar dugaan berbagai pihak teman-teman Abah pada datang,” katanya.

“Terpenting, kita bersilaturahmi lintas generasi, sekaligus mari kita tata kembali rasa persaudaraan dari rasa bernegara,” pungkas Abah Landoeng. ***

BACA INI JUGA
Biografi Abah Landoeng Tokoh Lintas Jaman Siap Digarap, Nanti Borong, Yah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *