Eros Djarot Berharap Konsep Trisakti Jangan Jadi Jargon Politik Saja

Konsep Trisakti
Budayawan, sutradara, penulis lagu, penulis skenario dan Politikus Indonesia, Eros Djarot berharap konsep trisakti jangan jadi jargon politik belaka, Senin 21 Agustus 2023. (Foto Ariesmen)

Bandung, tandabaca.id
Budayawan, sutradara, penulis lagu, penulis skenario dan Politikus Indonesia, Eros Djarot berharap konsep trisakti jangan jadi jargon politik saja, Senin 21 Agustus 2023.

Soegeng Rahardjo Djarot, nama lahir dari Eros Djarot mengatakan hal tersebut di atas pada acara focus group discussion (FGD) bertajuk Gerakan Nasional Bumikan Trisakti.

Selain dihadiri Eros Djarot, giat yang berlangsung di sebuah hotel di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung ini juga dihadiri sejumlah tokoh adat dan budayawan nasional se Jawa Barat.

Mereka adalah, anggota DPRD Jabar Abdi Yohana. Selain itu, juga terlihat, Prof Sulasman, Prof Ajid Tohir, Dr Virna Sulfitri, dr Andi Talman Nitidisastro selaku keynote speaker.

Hadir juga, elemen masyarakat dari Forum Diskusi Sinergi (FDS), Gerakan Bhineka Nusantara (GBN), Gerakan Masyarakat Bumikan Trisakti, Komunitas Jawa Barat Sejati (KJS), dan unsur masyarakat lainnya.

“Saya berharap konsep Trisaksi, jangan jadi jargon politik belaka. Kan, yang ada di depan mata sederhana saja ya? Kalau bicara kemandirian ekonomi, kita tidak bicara secara substantif,” katanya.

Contoh, jelas Eros, pada pasal 33 ayat 2 dan 3 kebanyakan ditafsirkan hanya sekedar ilusi.

“Nah, supaya tidak terjadi secara ilusi itu, diadakanlah FGD ini,” paparnya.

Adik dari aktor, sutradara dan penulis skenario Indonesia, Slamet Rahardjo Djarot juga mengatakan, jadi FGD ini sesuatu yang penting, salah satunya, lestarinya pewarisan nilai-nilai dari para founding father.

UNIVERSITAS TRISAKSI

“Nah, dari FGD ini kami semakin yakin, kembali hadir semangat baru lebih mencintai Indonesia, sekaligus muncul semangat saling melengkapi. Saya sendiri sampai saat ini, masih belajar …” ujarnya dengan nada low profile.

Dalam kesempatan ini, Eros Djarot juga membacakan text yang ada di banner FGD, isinya soal Universitas Trisaksi.

“Selamatkan Universitas Trisakti, aset negara menjadi perguruan tinggi negeri, kebetulan saya sekarang menjadi ketua yayasan, sejatinya,” pintanya.

Aktivis sekaligus politisi Henda Suwanda mengatakan ke Indonesiaan, rakyat tidak perlu diragukan lagi, mereka dengan cara swadaya, dengan sukacita mengadakan upacara dan perlombaan 17an.

konsep trisakti
Budayawan, sutradara, penulis lagu, penulis skenario dan Politikus Indonesia, Eros Djarot berharap konsep trisakti jangan jadi jargon politik belaka, Senin 21 Agustus 2023.(Foto Ariesmen)
MENGGUGAH KESADARAN ELITE

Padahal hasil bumi dari republik ini setiap saat diekploitasi, pemberontakan-pemberontakan terjadi, korupsi meraja lela dan segala hal buruk lainnya.

“Apakah Indonesia bubar, tidak juga, Indonesia akan jalan terus sepanjang komitmen elite untuk memperbaiki kondisi itu terus terjaga,” katanya.

Gontok-gontokan saat pemilu seharusnya selesai, digantikan dengan hal-hal yang sifatnya gagasan untuk membangun Indonesia.

Tetapi elite, tampaknya tidak puas, muncul isu yang dibikin-bikin, pembodohan bagi Indonesia.

“Jadi yang penting sekarang adalah menggugah kesadaran elite, karena kemunafikan adanya di elite,” katanya.

JADI DASAR SALIRA

Gin Gin Akil, tokoh adat mengatakan, apa yang terjadi dengan indonesia saat ini karena elitenya tidak berangkat dari pengetahuan leluhur.

“Ketemu pancasila, padahal pancasila itu datangnya dari nilai-nilai yang ditanamkan para leluhur,” katanya.

“Ada pancasila bisa jadi dasar negara, tidak bisa kalau tidak jadi dasar salira,” katanya.

“Ketuhanan, pasti kemanusiaan, kemanusiaan pasti kebangsaan, kebangsaan pasti karahayatan, rahayat bukan people ya, rahayat bagian dari kehidupan kita,” katanya.

“Keadilan pasti kacukupan, simple menterjemahkan pancasla kalau pancasila menjadi dasar salira,” jelasnya.

DICATAT DAN DIRUMUSKAN

Andi Talman, proses yang terjadi dalam FGD ini, dari semua nara sumber dan para penanggap, seluruh pendapatnya akan dicatat dan dirumuskan untuk disampaikan kepada Presiden RI, sebagai bahan perbaikan menuju Indonesia Emas 2045, diantaranya:

“Contoh kecil, sistem ekonomi kita saat ini masih jauh dari rasa keadilan. Ini seperti yang tertuang dalam konsep Trisakti dari Bapak Bangsa kita,” ujarnya.

“Banyak hal tadi, diungkap secara tajam, amatilah penerapan koperasi di negara kita. Petani itu, seharusnya bisa lebih sejahtera, pun BUMN tidak boleh semata berazaskan profit oriented,” terangnya.

Sementara itu Aam Abdusalam selaku Ketua Penyelenggara FGD, berharap momentum para tokoh ini dari pembahasan yang berlangsung serius dan mendalam,“kembali bisa menumbuhkan enerji spiritual bangsa, demi menuju Indonesia Emas 2045 mendatang.” ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *