FPMI Deklarasikan Komitmen, Tolak Politik Uang, Lawan Kampanye Hitam, Muak Politik Identitas

FPMI Deklarasikan Komitmen

Bandung, tandabaca.id
Forum Politisi Muda Indonesia atau FPMI deklarasikan komitmen lawan politik uang, lawan kampanye hitam dan lawan politik identitas dalam Pemilu Serentak 2024.

Hal tersebut di atas dideklarasikan dalam giat bertajuk Youth Voice Festival yang berlangsung di sebuah hotel yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Bandung, Kamis 21 Desember 2023.

Indri Hafsari, fungsionaris DPW Partai Solidaritas Indonesia Jabar mengatakan Youth Voice Festival adalah puncak dari seluruh rangkaian kegiatan FPMI.

Tepatnya, setelah melakukan kampanye melawan money politic, hoax campaign, black campaign dan politik identitas di sembilan provinsi.

Meliputi, Sumatera Utara, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Maluku.

Dijelaskan Indri Hafsari, FMPI resmi berdiri dan dideklarasikan pada tanggal 17 September 2022 di Jakarta. Dihuni oleh orang-orang muda dari berbagai warna politik dan daerah yang berbeda-beda.

FPMI hadir karena memiliki keresahan dan gagasan yang sama untuk pemuda, politik dan demokrasi Indonesia. Terdiri dari 20 orang Presidium Nasional, dan saat ini memiliki 9 pengurus wilayah.

“Intinya, kami punya rasa resah yang sama dan mendalam, sekaligus memiliki gagasan mulya, ingin mengangkat nasib pemuda, utamanya dalam hal kualitas politik dan demokrasi di negeri ini,”papar Indri.

Ketua Presidium Nasional FPMI, Yoel Yosaphat menyatakan FPMI sejak lahirnya telah membawa visi-misi untuk para politisi muda bersama anak-anak muda lainnya, menjadi motor penggerak dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan demokrasi. Salah satunya adalah menjaga integritas pemilu secara berkelanjutan.

“Youth Voice Festival ini adalah perwujudan atas komitmen kami di pemilu 2024, agar mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas, berintegritas, dan beridealisme,” katanya.

“Kami terbentuk dari gabungan partai politik yang diperkuat oleh anak-anak muda dengan idealisme tinggi. Memiliki keinginan dan harapan besar terhadap perbaikan Indonesia,” imbuhnya.

TIGA POIN ADVOKASI POLITIK

FPMI juga mengusung tiga poin advokasi politik yang mencakup peningkatan keterlibatan kaum muda dalam kontestasi politik.

Kemudian, pembatasan masa jabatan anggota legislatif, dan pentingnya peran negara dalam memberikan pendidikan politik massif kepada generasi muda.

Komitmen Capres – Cawapres

Sementara itu Muhammad Ziad Ananta Sekertaris FPMI menyatakan bahwa visi dan misi serta aktivitas organisasinya, sarat dengan unsur edukasi politik kepada generasi muda.

“Meminta komitmen dari tiga kandidat capres – cawapres menghindarkan dari unsur money politics, polarisasi politik, hoax, politik identitas, hate speech, dan lainnya.” ***

BACA INI JUGA
Dukung Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *