Gadget Ditangan, Tantangan Bawaslu Awasi Pemilu Semakin Besar, Remotenya Ini

Tantangan Bawaslu
Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah di Harper Hotel Palembang, Selasa 16 Mei 2023. Saat jadi pembicara di acara sosialisasi Bawaslu.

Palembang, tandabaca.id
Gadget di tangan. Tantangan Bawaslu Awasi Pemilu semakin besar. Remotenya ini agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan efisien dan efektif.

Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah mengatakan hal tersebut di atas saat menjadi pemateri dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi serta pelayanan informasi publik di lingkungan Bawaslu.

Giat3 hari, yang pesertanya anggota Bawaslu dari 17 Provinsi di wilayah Barat ini berlangsung di Harper Hotel Palembang, Selasa 16 Mei hingga 18 Mei 2023.

Ramdansyah yang juga mantan Panwaslu DKI Jakarta ulas materi berjudul pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengawasan pemilu yang efektif.

Staf Pengajar di STISIP Panca Bhakti juga berharap pemerintah dapat mengoptimalkan penegakan hukum dengan memberikan saksi yang dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku kejahatan siber.

Harapan itu disampaikan karena menurut Ramdansyah teknologi itu dibuat untuk membantu manusia, untuk efisiensi dan efektifitas.

Jangan seperti di bandar candanya, seraya tunjukkan slide berisi gambar-gambar pemeriksaan di bandara.

Di slide itu juga ada tulisan setelah sabuk, jam, sepatu lalu apa lagi yang akan di lepas di bandara saat pemeriksaan.

“Teknologi itu untuk memudahkan, atau menyulitkan,” bebernya.

MANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI

Ramdansyah bisa berkata seperti hal tersebut di atas karena merasa pernah sukses memanfaatkan teknologi informasi. Untuk melakukan perlawanan narasi ‘Tunda Pemilu’.

Februari 2022, muncul narasi tunda pemilu. Tak disangka, gaung itu terus membesar, bahkan bikin pengang.

Sebagai aktifis Pemilu dan terlibat dalam penentangan terhadap “open legal policy” yang cacat di Mahkamah Konstitusi, Ramdansyah bertindak.

“Saya perlu melakukan perlawanan,” kenangnya.

Agar bisa mengimbangi gaung tunda pemilu, Ramdansyah menggandeng rekan bernama Sultan Dion, seorang musisi ternama untuk buat lagu tolak tunda pemilu.

“Pada Minggu tanggal 27 Februari 2022 video di unggah ke laman youtube,” ungkapnya.

Berbekal video musik yang sudah diunggah ke youtube, lalu rilis media dilakukan.

Pada tanggal 9 Maret 2022 bertepatan hari musik diperkuat lagi pernyataan tolak tunda Pemilu di media-media nasional dan lokal.

“Kali ini video musik di youtube menggunakan lagu Banyumas dengan lirik Pemilu (tetap) 2024.”

Dampak dari kemunculan berita-berita tolak tunda Pemilu dan musik, maka counter narasi tolak tunda Pemilu 2022 terus bergaung.

Pada akhirnya tanggal 11 April 2022 terjadi aksi demonstrasi nasional terkait tolak tunda Pemilu. Aksi ini tercemar dengan pemukulan terhadap Ade Armando.

REMOTE CONTROL

Anggota Bawaslu Puadi mengatakan jajaran senantiasa berkomitmen meningkatkan data dan informasi serta pelayanan publik di lingkungan Bawaslu.

“Salah satu bentuk komitmennya, yaitu membuat ‘command center’,” katanya.

Dijelaskan Puadi, Bawaslu berencana membuat command center untuk memudahkan kerja pengawasan pemilu di jajaran Bawaslu.

Puadi berharap dengan adanya ‘command center’ dapat memudahkan koordinasi dan komunikasi jajaran Bawaslu.

“Hadirnya Command Center ini sebagai Remote Control dan koordinasi antara pusat hingga provinsi,” ungkap Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi itu.

Puadi menambahkan, pembuatan rencana kerja dari tingkat Bawaslu Kabupaten/Kota hingga Provinsi harus koordinasi ke Bawaslu pusat sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam hal kerja dilapangan.

“Tumpang tindih dalam hal kerja dilapangan harus dihindari dengan cara koordinasi ke Bawaslu Pusat,” seru alumnus Universitas Negeri Jakarta itu.***

BACA INI JUGA

Masjid Memiliki Fungsi Strategis, Ramdansyah : Pengembangan Masyarakat Ekonomi Syariah