Bandung, tandabaca.id –
Keluarga Dede Asiah, PMI asal Karawang yang diduga jadi korban perdagangan orang di Suriah mendapatkan ancaman mau dipolisikan.
Yongki Hamidun, suami Dede Asiah mengaku mendapatkan ancaman dari pihak sponsor yang memberangkatkan istrinya keluar negeri.
Ancaman itu berupa rekaman suara yang dikirimkan ke keluarga bahwa akan melaporkan ke Kepolisian.
“Iya sponsor ancam mau lapor ke Polda (Bandung),” katanya pada Minggu (9/4/2023).
Ia menjelaskan, sponsor melaporkan karena pihak orangtua istrinya telah menandatangani surat izin pergi keluar negeri.
Padahal, ia sebagai suami tak menandatangi surat tersebut.
“Makanya saya cari bantuan hukum, alhamdulillah disambut baik oleh pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nusantara,” katanya.
VIDEO VIRAL
Sebelumnya, viral video mengenai pekerja migran indonesia (PMI) asal Karawang, Jawa Barat yang diduga merupakan korban Perdagangan Orang oleh agen penyalur tenaga kerja ke Suriah.
Video viral ini menuai beragam komentar iba dari publik. PMI yang ada dalam rekaman video tersebut diketahui memiliki nama Dede asiah.
Dalam video yang beredar tersebut, diketahui bahwa Dede dijanjikan untuk bekerja di Turki. Namun bukannya ke Turki ia justru dibuang ke Suriah dan ternyata telah djual oleh sang penyalur.
“Nama saya Dede Asiah dari Karawang, tolong saya, saya ingin pulang. Perut saya sakit. Awalnya saya diiming-imingi kerja di Turki gaji $600, tapi setelah mendarat di Istanbul saya dibuang ke Suriah,” tutur DA dalam video yang kabarnya viral.
KRONOLOGI
Kronologi Dede Asiah Sampai Suriah Menurut video yang beredar, kasus ini bermula ketika Dede menerima tawaran kerja untuk jadi anggota PMI di Turki dengan iming-iming gaji 600 US Dollar.
Tak disangka, di Suriah dirinya justru dijual oleh agen penyalur jasa tenaga kerja Indonesia.
Hal ini diketahui Dede Asiah dari sang majikannya di Suriah. Dalam pengakuannya, Dede Asiah dijual dengan harga 12 ribu US dollar.
“Di Suriah saya dijual $12.000, empat tahun tanpa sepengetahuan saya. Saya tahunya dari mana, dari majikan saya, karena majikan saya bilang kalau saya harus kerja di sini empat tahun karena saya ini mahal. Saya ini $12.000. Majikan udah ngeluarin uang $12.000 untuk membeli saya,” ungkap Dede Asiah.
Kini, Dede Asiah ingin pulang karena ia mengalami sakit perut yang diklaim cukup berat di Suriah.
Rasa sakit di perut ini terjadi karena bekas operasi caesar anak keduanya. Karena rasa sakit tak tertahankan tersebut Asiah berharap ada yang bisa memulangkan dirinya, terutama pemerintah.
SUDAH MENGHUBUNGI KBRI
Sebenarnya Dede Asiah sudah pernah dipulangkan ke agen tempat kerjanya karena kerap kesakitan ketika bekerja.
Namun alih-alih dipulangkan, Dede justru hanya diistirahatkan selama 2 minggu. Ia lantas dijual kembali setelah kejadian tersebut.
Diketahui Dede mengklaim sudah berupaya menghubungi KBRI, sayangnya belum ada tindakan.
Sementara, pihak keluarga Dede Asiah sudah didatangi pihak Pemda setempat, Kementerian Luar Negeri, dan pihak kepolisian.
Pihak yang berwenang berjanji akan memulangkan Dede Asiah dalam waktu dekat.
“Kemarin pihak keluarga sudah di datangi Bupati Karawang, Kementerian Luar Negeri, serta polisi. Mereka akan mengurus dan memulangkan Dede Asiah dalam waktu dekat,” jelas ketua RT Wirawan.
BACA INI JUGA
Usung Duet Ganjar Mahfud pada Pilpres 2024, PDI Perjuangan Berpotensi Menang













