Berita  

Kolaborasi Sosial dan Seni, Bazaar Tzu Chi Bogor Sedot Perhatian Pengunjung

Kolaborasi Sosial dan Seni, Bazaar Tzu Chi Bogor Sedot Perhatian Pengunjung

BOGOR.TANDABACA.ID – Gema kemanusiaan dan kepedulian lingkungan memenuhi Mal Lippo Plaza Ekalokasari (Ekalos), Minggu, 26 April 2026. Melalui gelaran “Final Rundown Bazaar”, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia komunitas Bogor memadukan aksi sosial, edukasi lingkungan, dan pertunjukan seni budaya dalam satu rangkaian acara sedot perhatian pengunjung.

Di tengah keramaian bazaar, sosok relawan Lie Ay Ling—akrab disapa Aay—menjadi salah satu pusat perhatian. Dengan seragam khas relawan berwarna abu-abu putih logo , Aay menyampaikan pesan sederhana namun kuat: kebaikan tidak seharusnya ditunda.

“Harapan saya, kita bisa mengajak masyarakat untuk mulai bervegetarian dan melakukan kebaikan. Sesuai tema hari ini: jangan menunda untuk berbuat kebajikan,” ujar Aay.

Baginya, menjadi relawan merupakan wujud rasa syukur atas kesehatan yang masih dimiliki. Ia menekankan pentingnya bertindak nyata, terutama dalam pelestarian lingkungan.

“Selagi tangan dan kaki masih bisa digunakan, kita lakukan sesuatu. Kita datang bersih, pulang pun tempat ini harus tetap bersih,” katanya.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari itu terbagi dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, pukul 10.45 hingga 12.50 WIB, suasana dibuka dengan doa bertema cinta dan damai.

BACA INI JUGA : Menghidupkan Ekspresi Anak Disabilitas Melalui Seni Tari di Sans Souci Art Center Bogor

Nilai keberagaman ditampilkan melalui berbagai pertunjukan, tari Inang ( seni tradisional Sumatera Barat) dibawakan oleh anak-anak disabilitas dari Sanggar Sans Souci Art Center Bogor. Tarian Merak yang mempesona oleh R. Maria dan Humaria Nur Habibah asuhan Rina Tri Handayani.

Iqima Ivan Fauzia memperagakan seni bela diri pencak silat  dari Sanggar Silat Nusantara Pajajaran .
Edukasi bahasa isyarat melalui lagu “Ada Cinta Kasih di Dunia” oleh relawan Tzu Chi turut menambah nuansa inklusif.

Memasuki sesi kedua, pukul 12.55 hingga 15.00 WIB, suasana berubah menjadi lebih hangat dan interaktif. Relawan dan pengunjung bersama-sama menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini” oleh komunitas Oma Ceria Dhanagun ,

Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertema “Sukacita Menjadi Relawan Senior dan Junior” yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan relawan (Aay, Cindy SJ,, Astrid SJ, Levina, dan Jerry Sx ).

Penampilan fashion show kebaya dan batik oleh grup Prempuan berkebaya menjadi salah satu sorotan, menghadirkan semangat tradisi dalam balutan keceriaan.

Acara ditutup dengan tarian massal Maumere dan Isyarat Tangan “Kereta Lembu” yang mengajak seluruh hadirin bergerak bersama, sebelum dilanjutkan dengan kegiatan internal relawan.

BACA INI JUGA : Aksi Mengharukan Anak-Anak Disabilitas Bogor, Turun ke Jalan Untuk Berbagi

Selain pertunjukan dan bazaar, panitia menyediakan pancuran untuk tuang koin cinta kasih dari masyarakat yang hadir dan membuka stand yang mau ambil celengan untuk ber donasi “dana kecil amal besar” melalui celengan bambu serta edukasi daur ulang.

Langkah ini menegaskan komitmen Tzu Chi dalam menggabungkan nilai kemanusiaan dengan pelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, para relawan berharap nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Seperti pesan yang digaungkan, tindakan nyata—sekecil apa pun—dinilai lebih berarti daripada sekadar ajakan.

Bazaar makanan Vegetarian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang publik seperti pusat perbelanjaan dapat menjadi medium efektif untuk menyebarkan kepedulian sosial dan mempererat solidaritas warga.
(Benny Firmanto/Biro Bogor Raya)

BACA INI JUGA : Ronny Tanuwijaya Jenguk Legenda PSMS Medan Tumsila Yang Terbaring Sakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *