Jakarta, tandabaca.id
Komisi Yudisial (KY) siap mendalami video viral soal diduga Hakim Ketua Perkara Pembunuhan Berencana Brigadir J, Wahyu Iman Santoso curhat kepada seorang wanita.
Dalam narasi video tersebut, Wahyu disebut menceritakan soal kasus Ferdy Sambo yang sedang ditanganinya tersebut.
“Kita cek dulu kebenaran video tersebut,” kata Juru Bicara Komisi Yudisial, Miko Susanto Ginting saat dihubungi wartawan.
Caranya, kata Miko, Komisi Yudisial coba menelusuri dulu kebenaran video yang diduga Hakim Wahyu tersebut.
Namun, Miko belum bisa menjelaskan apakah akan meminta klarifikasi kepada Hakim Wahyu atau tidak untuk mengecek video tersebut.
“Belum sampai di sana. Kita cek terlebih dahulu kebenaran video yang beredar,” ujarnya.
Dalam video diunggah oleh akun TikTok @pencerahkasus, terlihat ada seorang pria diduga Hakim Wahyu memakai baju batik lengan panjang hitam, celana abu-abu, dan sepatu hitam sedang duduk di sofa warna putih gading.
Tampak, diduga Hakim Wahyu lagi menerima telepon.
Setelah menelepon, terlihat pria tersebut melanjutkan diskusi dengan seorang wanita yang ada di depannya.
Namun, belum diketahui sosok wanita tersebut.
“Bukan, masalahnya dia enggak masuk akal banget dia nembak pakai pistol Josua,” kata pria yang diduga Hakim Wahyu dikutip dari video, Selasa (3/1).
Saya Enggak Butuh Pengakuan
“Tapi enggak apa-apa, sah-sah saja. Saya enggak akan pressure dia harus ngaku, saya enggak butuh pengakuan,” tambahnya.
Lalu, pria yang diduga Hakim Wahyu itu melanjutkan omongannya lagi bahwa majelis hakim yang menangani perkara tersebut tidak membutuhkan pengakuan dari terdakwa Ferdy Sambo.
“Saya enggak butuh pengakuan. Kita bisa menilai sendiri. Silakan saja saya bilang mau buat kaya gitu. Kemarin tuh sebenernya mulut saya sudah gatel, tapi saya diemin aja,” lanjut pria diduga Hakim Wahyu disambut tertawa wanita tersebut.
Dikonfirmasi, Pejabat Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Djuyamto angkat bicara mengenai video yang viral tersebut.
Dia menyebut belum bisa memastikan apakah video tersebut benar atau tidak.
“Kami belum tahu kebenaran statemen dalam video tersebut,” ucap Djuyamto saat dihubungi, Selasa (3/1/2023).
Untuk informasi, Hakim Wahyu Iman Santoso sendiri merupakan hakim ketua atas lima terdakwa perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. ***













