Jakarta, tandabaca.id
Lanny/Ribka cetak sejarah, raih trofi pertama Swiss Open untuk Ganda Putri Indonesia. Sayang Bagus/Fikri tidak bisa mengikuti jejak, hanya jadi runner up.
Pasangan ganda Putri Indonesia Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto menjadi juara Swiss Open 2024 usai kalahkan wakil Taiwan, Hsu Ya Ching/Lin Wan Ching, Minggu (24/3/2024) malam.
Dalam laga final yang berlangsung di St Jakobshalle, Basel, Swiss Lanny/Ribka kalahkan Hsu/Lin dalam pertarungan tiga gim, skor 13-21, 21-16, 21-8.
Kemenangan ini, menjadi yang pertama bagi Lanny/Ribka, yakni juara BWF World Tour Super 300, serta menjadi ganda putri Indonesia pertama yang memenangkan Swiss Open sejak digelar pertama kali pada tahun 1955.
Hasil yang didapat Lanny/Ribka, sekaligus sebagai pelipur lara bagi Indonesia, yang sebelumnya kalah di final ganda putra.
Pasangan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri tumbang dari pasangan Inggris, Ben Lane/Sean Vendy 22-24, 26-28
GIM PERTAMA
Di awal set pertama, Lanny/Ribka tertinggal dengan perolehan 8-4 atas pasangan Taipei, Hsu/Lin.
Namun pengembalian yang cermat dari Lanny memutus rentetan poin Hsu/Lin untuk membuat keadaan menjadi 5-8.
Ribka sempat dibuat kewalahan karena senar raketnya putus sehingga Hsu/Lin memanfaatkan keadaan untuk merebut poin.
Hsu/Lin unggul 11-6 atas Lanny/Ribka pada interval set pertama.
Setelah interval, Lanny/Ribka yang tampak percaya diri mengembalikan bola di area yang tepat, kombinasi mereka dengan smash menghasilkan 3 poin untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 10-13.
Namun setelah itu, pengembalian Ribka keliru, sehingga menghasilkan 3 poin tambahan untuk Hsu/Lin sebelum Lanny mengakhiri dominasi mereka.
Skor 11-16 untuk kedua pasang ganda putri tersebut.
Set pertama berakhir untuk kemenangan Hsu/Lin dengan perolehan 21-13 atas Lanny/Ribka.
GIM KEDUA
Di awal set kedua, pasangan putri Indonesia sempat tertinggal 4-2 atas Hsu/Lin, namun Lanny/Ribka mampu memperkecil menjadi 3-4 sebelum rally panjang terjadi.
Pengembalian yang tanggung dari Lanny/Ribka dimanfaatkan oleh Lin dengan melepaskan smash keras untuk merubah keadaan menjadi 5-3.
Ganda putri China Taipei itu kian mendominasi, mereka mampu merebut dua poin beruntun sebelum serve yang melebar dari Hsu.
Lanny/Ribka perlahan bangkit, mereka mampu merebut empat poin beruntun untuk unggul di interval kedua 11-10 atas Hsu/Lin.
Setelah interval, Lanny/Ribka mampu menambah dua poin sebelum diakhiri Lin dengan smash kerasnya.
Aksi kejar-kejaran poin pun terjadi hingga menyisakkan satu poin jarak di antara keduanya, 14-13.
Rally panjang terjadi (63 pukulan) pada perebutan poin ke-15 bagi Lanny/Ribka, pengembalian cock yang terlalu kuat dai Hsu membuat cock keluar lapangan.
Dengan ketengan dan kesabaran memanfaatkan kesalahan lawan, Lanny/Ribka mampu menjaga momentum untuk unggul atas Hsu/Lin.
Hingga akhirnya mereka mengamankan set kedua dengan perolehan 21-16.
GIM KETIGA
Pada set penentuan, momentum Lanny/Ribka belum goyah, mereka mampu unggul atas Hsu/Lin dengan perolehan 4-1.
Satu keputusan yang diambil Ribka dengan challange berbuah manis karena posisi shuttlecock keluar dan menambah poin bagi ganda putri Indonesia.
Lanny/Ribka kian menjauh dari Hsu/Lin dengan keunggulan 7-1.
Mereka bahkan menambah keunggulan menjadi 10-2. Namun sebuah pengembalian yang terlalu melebar dari Ribka membuat keadaan menjadi 3-10.
Hsu/Lin harus kalah 3-11 dari Lanny/Ribka pada interval ketiga.
Setelah interval laga kian menarik, adu drive terjadi antara Lin dengan Ribka. Bola lob dari Ribka yang mengarah ke area depan mengakhiri rally panjang atas Hsu/Lin.
Lanny/Ribka pun unggul 13-4 atas Hsu/Lin.
Ganda putri Indonesia lebih tenang dalam menghadapi tekanan Hsu/Lin pada set penentuan ini, adu drive, defense, hingga momentum dalam pengembalian cock yang cermat.
Lanny/Ribka mengakhiri set ketiga dengan perolehan 21-8 atas Hsu/Lin.***













