Berita  

Mahasiswa Demo, Area Depan Gerbang Gedung Sate Membara

SEPTEMBER HITAM

Gedung Sate Membara
Mahasiswa Demo, Area depan gerbang Gedung Sate membara, akibatnya water barrier, ban, spanduk di bakar, flare dinyalakan, petasan juga bom molotov di lemparkan.

Bandung, tandabaca.id
Mahasiswa Demo, Area depan gerbang Gedung Sate membara, akibat water barrier, ban, spanduk di bakar, flare dinyalakan, petasan juga bom molotov di lemparkan.

Yang disuarakan mahasiswa, hingga membuat area di depan gedung sate membara adalah sejumlah kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Selain itu juga, konflik agraria di Pulau Rempang, dan Dago Elos Bandung, serta soal sampah yang pemicunya kebakaran TPA Sarimukti.

Mahasiswa yang melakukan aksi demo di Jalan Diponegoro ini, berasal dari berbagai Universitas di Kota Bandung.

Adapun, aksi itu digelar dengan tajuk September Hitam.

Demo dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Selepas magrib situasi di lokasi demo mulai memanas.

Masa aksi mulai melempar bom molotov ke area dalam Gedung Sate.

Demonstran juga mulai membakar spanduk, ban, water barriere. Selain itu juga ada yang menyalakan flare dan ada juga yang melakukan aksi pelemparan.

Dilemparkan demonstran tidak hanya botol plastik minuman, tetapi juga ada yang melemparkan petasan dan bom molotov.

Massa mulai belingsatan gegara tidak bisa bertemu dengan Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin.

Koordinator aksi, Arya Pradana, menyebut ada sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa dalam aksi tersebut seperti masalah penyelesaian kasus HAM di Indonesia, masalah tanah, hingga sampah.

PENUMPUKAN SAMPAH

Menurut Arya, pemerintah daerah harus secepatnya menangani masalah sampah. Sebab, sudah mulai terjadi penumpukan sampah di sejumlah wilayah terutama di Kota Bandung imbas kebakaran yang terjadi di TPA Sarimukti.

“Pertama mengenai beberapa kasus HAM yang memang belum terselesaikan,” kata dia.

“Di Jabar juga saat ini sedang krisis mengenai masalah sampah bahkan beberapa tempat sampah di Jabar juga saat ini sudah mengalami overload sampah,” lanjut dia.

Arya menegaskan, pihaknya bakal menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan yang disuarakan tak digubris. Bahkan, pihaknya berencana untuk menduduki Gedung Sate.

“Jika pemerintah juga sampai hari ini belum menyampaikan juga atau memberikan klarifikasi, maka layak kami untuk bisa menduduki daripada gedung ini,” kata dia.***

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *