MAI, Tolak Keinginan Jepang Buang Limbah Nukir di Samudra Pasifik

Tolak Keinginan Jepang
Masyarakat Akuakultur Indonesia (Indonesia Aquacultur Society) dan Gerakan Nelayan Tani Indonesia) menolak rencana pemerintah Pemerintah Jepang untuk membuang limbah nuklir dari bekas Rektor Nuklir Fukhushima ke Samudera (Lautan) Pasifik.

Jakarta, tandabaca.id –
MAI tolak keinginan Jepang, buang limbah nuklir di Samudra Pasifik. Limbah itu, akan masuk dalam sistem rantai makanan, bisa terakumulasi dalam jaringan tubuh manusia.

Aksi tolak keinginan Jepang buang limbah bekas Rektor Nuklir Fukhushima ke Samudera Pasifik tidak hanya datang dari Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), tetapi juga dari Gerakan Nelayan Tani Indonesia.

“Kami menolak rencana tersebut, dengan alasan limbah cair nuklir mengandung radioaktif Tritium, Cesium-137, dan Carbon-14,” ujar Ketum DPP MAI, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, MS, Rabu 28 Juni 2023.

Prof Rockhmin menjelaskan menurut TEPCO (Tokyo Electric Power Company), limbah cair nuklir yang akan dibuang tersebut mengandung Cesium-137 dengan kadar (konsentrasi) sebesar 18.000 becquerel per kilogram.

Kadar sebesar ini 180 kali lipat lebih besar dari ambang batas konsentrasi Cs-137 yang dibolehkan di dalam ekosistem laut.

“Oleh karena itu, limbah cair nuklir ini akan membahayakan ekosistem laut dan mematikan ikan dan biota laut lain yang hidup di dalamnya,” tandasnya.

Limbah nuklir (radioaktif) ini akan masuk ke dalam sistem rantai makanan, yang akhirnya akan terakumulasi di dalam jaringan tubuh manusia yang mengkonsumsinya.

KANKER DAN MUTASI GENETIC

Seperti yang telah menimpa korban limbah nuklir (radioaktif) bom atom Sekutu di Kota Hiroshima dan Nagasaki; dan limbah nuklir dari Reaktor Nuklir Chernobyl.

“Dampak limbah nuklir itu memakan korban jiwa ribuan manusia, dan dampak berbagai jenis penyakit,” katanya.

“Terutama kanker dan mutasi genetic, yang bersifat jangka Panjang kepada manusia yang terpapar limbah radioaktif tersebut,” tuturnya.

Prof Rokhmin menegaskan, mengingat waktu paruh radioaktif ini sangat lama, dan limbah nuklir ini akan terbawa oleh arus dan gelombang laut ke seluruh laut dunia.

Maka ini tidak hanya akan membahayakan kehidupan bangsa di sekitar lokasi pembuangan, tetapi juga bangsa-bangsa lain di dunia.

“Mayoritas negara-negara di sekitar Samudera sudah menolaknya,” ungkapnya.

“Sesungguhnya ada alternative tekonolgi lain pembuangan nuklir yang lebih aman secara lingkungan hidup maupun kesehatan manusia,” tutupnya. ***

BACA INI JUGA
Diduga Buang Limbah ke Sungai Malili, PT CLM Versi ZAS Bisa Dijerat Pidana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *