Bandung, tandabaca.id
Minyak Goreng Langka, Polisi bergerak mencari penyebab kelangkaan. Selain itu, petugas keamanan juga sudah meminta jajaran melakukan pengawasan regulasi.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat bergerak mencari penyebab kelangkaan minyak goreng kemasan merek ‘Minyak Kita’ di beberapa wilayah di Jawa Barat.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat menduga ada penimbunan Minyak Kita, sehingga terjadi kelangkaan stok di pasar.
Dugaan tersebut ditindaklanjuti Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana yang langsung menginstruksikan agar jajarannya di daerah masing-masing, segera melakukan pengecekan stok Minyak Kita di pasaran.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, selain melakukan pengecekan, Kapolda juga memerintahkan jajarannya agar mengawasi regulasinya.
“Pengawasan itu tetap dilakukan, minggu lalu juga bapak Kapolda sudah mengatensi kepada seluruh jajaran untuk melakukan pengecekan kembali, terkait stok dengan stok minyak dan pengawasan terhadap regulasi minyak ini,” kata Ibrahim dikonfirmasi, Senin (6/2).
Menurutnya, beberapa daerah sudah mulai menjalankan instruksi Kapolda. Namun, sampai saat ini belum ditemukan adanya indikasi dugaan penimbunan.
“Tetapi yang memang terbukti (penimbunan), belum ada sampai sekarang. Atensinya jalan, bapak Kapolda mimggu lalu mengatensi kepada seluruh jajaran untuk mengecek kelangkaan minyak ini,” jelasnya.
Sebelumnya, sejumlah pedagang sembako di Pasar Tradisional Kosambi, Kota Bandung mengaku kesulitan memperoleh minyak goreng kemasan merek Minyak Kita sejak awal tahun.
Pedagang di sana masih kebagian Minyak Kita namun dibatas jumlahnya oleh distributor.
PENGAKUAN PEDAGANG SEMBAKO
Salah seorang pedagang sembako Siti Sarah mengaku sejak awal tahun 2023 hanya mendapatkan pasukan Minyak Kita satu karton per pekan.
Satu karton itu berisi 12 bungkus minyak goreng ukuran 1 liter atau 6 bungkus minyak goreng ukuran 2 liter.
“Dijatah dari sananya (distributor), 1 karton (isi) 12 bungkus ukurang satu liter, langka,” katanya ditemui di kiosnya, Selasa (31/1).
Kata Siti, penyaluran Minyak Kita diberikan sesuai pemesanan para pedagang. Namun, sejak awal tahun ini, pedagang mulai dibatasi. Mereka hanya diberikan satu karton saja.
“Terakhir Rabu (pekan) kemarin (dikirim). Rabu itu langsung habis, sampai sekarang belumada penyaluran lagi,” ujarnya.
Ia mengaku, banyak konsumen yang mencari Minyak Kita, khususnya para pedagang gorengan. Kalaupun ada, saat ini harga minyak goreng kemasan itu relatif naik.
“Dibanderol Rp 14.000 per liter, tetapi sudah naik ada yang Rp 15.000 per liter dan yang 2 liter Rp 32.000. Sekarang banyak diburu Minyak Kita karena harganya lumayan murah,” tuturnya.
“Dibanderol Rp 14.000 per liter, tetapi sudah naik ada yang Rp 15.000 per liter dan yang 2 liter Rp 32.000. Sekarang banyak diburu Minyak Kita karena harganya lumayan murah,” tuturnya.
Pasca seminggu hilang dari peredaran, Ia pun sempat menanyakan kepada distributor ihwal Minyak Kita. Katanya, pihak distributor pun mengaku dibatasi penyalurannya.
“Gak tahu kenapa langka, nanya ke distributor bilang di sananya juga dibatasi,” ucapnya.
Dengan kondisi tersebut, Ia menyebut para konsumen beralih membeli minyak goreng curah. “Pembeli alternatifnya beli minyak curah,” ucapnya.***
BACA INI JUGA
Harga Minyak Mencekik Leher, Ibu-ibu Berkebaya Geruduk DPRD Jabar













