Bandung, tandabaca.id
Pasca temuan laporan ketidakpuasan masyarakat pada pelayanan beberapa puskesmas, Pemkot Bandung langsung melakukan pembinaan intensif.
Kadinkes Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan pihaknya langsung melakukan pembinaan intensif pasca temuan laporan ketidakpuasan masyarakat kepada pelayanan beberapa puskesmas.
Anhar menjelaskan teguran yang masuk bukan jadi senjata untuk mengadili naket yang bertugas, justru membangun agar pelayanan dapat diperbaiki.
Diharapkan Anhar, laporan-laporan dengan data yang detail bisa masuk lebih banyak. Hal itu sebagai catatan dan evaluasi, jangan sampai pelayanan yang tidak maksimal terus dialami masyarakat.
“Terlebih, mayoritas masyarakat yang datang ke puskesmas adalah pasien yang dalam kondisi tidak sehat,” katanya.
Dijelaskan Anhar, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang jadi standar resmi pelaporan Dinas kepada Kemenpan.
“Itu angkanya bagus, di B (baik). Nah begitu berita ini muncul, kami dapat banyak informasi yang muncul juga. Informasi yang semakin detail seperti puskesmas, lokasi, poli, nama petugas, hari apa jam berapa, buat saya itu sangat memudahkan. Kami jadi punya informasi yang lengkap untuk lebih membina puskesmas” tutur Anhar.
“Masyarakat berhak mengawasi kok, jangan dipendam di dalam hati. Keluarkan saja biar kita tahu puskesmas yang mana, pegawai yang mana, karena kan nggak semuanya jelek. Sampaikan paling gampang ke medsos kami ya, meskipun mungkin responnya cuma ‘baik, terima kasih akan kami perhatikan’, tapi di belakangnya tuh sebenarnya kami bergemuruh,” lanjutnya.
Selain itu, Anhar memperingatkan pada tiap puskesmas bahwa sorotan dari warga ini menjadi sebuah warning. Tandanya, ada yang harus segera dibenahi oleh tiap-tiap fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bandung.
Optimalisasi Pelayanan Kesehatan
Targetnya, di tahun ini ia ingin lebih banyak menerima informasi kepuasan masyarakat dan optimalisasi pelayanan kesehatan. Kenaikan tarif pelayanan puskesmas disebut sebagai penyeimbang harga kebutuhan untuk obat dan alat kesehatan yang juga naik tiap tahunnya.
“Pastinya tentu saja kami berkomitmen pelayanan akan meningkat. Hanya tidak semua laporan bisa sampai ke telinga saya. Jadi setelah ada informasi ini saya senang ya,” janjinya.
“Ini tentu saja jadi warning buat kita. Kita ditakdirkan bekerja di pelayanan publik ya. Masyarakat adalah rajanya yang harus kita layani. Sudah bukan zamannya lagi pegawai Puskesmas itu pengen dilayani, dihormati, sekarang mau kita melayani. Jadi, saya minta semua pegawai Dinkes memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat,” tambah Anhar.***(detikjabar)













