Cianjur, tandabaca.id
Puluhan pelajar SMAN 1 Cibeber, Cianjur kesurupan massal dan pingsan saat melaksanakan Upacara Bendera di lapangan sekolah, Senin (7/8/2021). Mereka histeris dan jatuh pingsan.
Kepala Sekolah SMAN 1 Cibeber, Agustia saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, peristiwa tersebut terjadi saat pelaksanaan upacara bendera berlangsung.
“Ya tadi ada puluhan siswa kesurupan massal dan pingsan,” kata Agustia. Selain terjadi di SMAN 1 Cibeber, kesurupan massal pun terjadi di Sekolah Dasar percis disamping SMAN 1 Cibeber.
Menurutnya hal ini sudah terjadi dua kali di sekolahnya. Akibat peristiwa tersebut seluruh siswa dan siswi dipulangkan lebih awal.
“Ya kita menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak kondusif kita juga membubarkan semua siswa,” jelasnya.
Sementara itu, Neswa dan juga Keisya, yang merupakan siswa kelas 10, mengatakan bahwa hal tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya.
“Sebelumnya pernah waktu kegiatan Pramuka,” ungkapnya.
Agustia berharap kepada siswa dan siswi agar mereka mengisi perut terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.
“Sepertinya kosong jadi mudah lemes dan kami sarankan untuk makan dulu dari rumah,” tandasnya.
FENOMENA KESURUPAN MASSAL
Fenomena kesurupan atau possesion belakang ini marak diperbincangkan dalam berbagai media, khususnya kasus kesurupan massal yang terjadi di berbagai daerah dan sering menimpa para pelajar sekolah.
Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang mengalami semacam trance atau kesurupan tanpa disadari.
Kesurupan massal yang belakangan ini sering sekali terjadi sebenarnya pada awalnya merupakan kesurupan individual dan kemudian berubah menjadi massal dikarenakan orang lain yang melihat peristiwa tersebut menjadi tersugesti.
Kesurupan individual yang terjadi muncul sebagai reaksi atas apa yang sedang dirasakan oleh individu sebelum proses kesurupan itu terjadi.
Kesurupan adalah reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi desosiasi. Reaksi yang mengakibatkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di sekitarnya itu, yang disebabkan adanya tekanan fisik maupun mental.
Tetapi kalau kesurupannya massal, itu melibatkan sugesti. Dissociative trance disorder dapat terjadi secara perorangan atau bersama-sama, saling memengaruhi, dan tidak jarang menimbulkan kepanikan bagi lingkungannya (histeria massa).
Bila dalam satu kelompok remaja ada seorang yang mengalami kesurupan, yang lain terutama yang punya risiko kesurupan, akan segera “tertular”.
Ini merupakan definisi secara medis. Dunia kedokteran, khususnya psikiatri mengakui fenomena kesurupan sebagai suatu perubahan, tunggal atau episodik, dalam keadaan sadar, yang ditandai oleh penggantian rasa identitas pribadi. ***













