Bandung, tandabaca.id
Fenomena Anies Bubble, newbie bisa langsung Geser tren Prabowo Gemoy. Tumbuh secara organik, bukan hasil kreasi atau akun buatan tim kampanye AMIN.
Saat ini, akun @aniesbubble atau Anies Bubble tengah jadi fenomena karena ramai dibicarakan di lini massa media sosial x dulu twitter.
Akun Anies Bubble menyebar-luaskan potongan-potongan video Anies Baswedan saat live Tik Tok.
Yang menariknya lagi, @aniesbubble seperti akun penggemar K-Pop asli. Terlihat dari caption-nya yang menggunakan alfabet Korea.
Adanya fenomena Anies Bubble ini mencuri perhatian masyarakat. Branding Anies dinilai sukses mengalahkan branding Prabowo Gemoy, karena Anies dinilai unik saat berkampanye lewat live TikTok.
Mengetahui hal tersebut calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyampaikan terima kasih kepada pendukung yang meluangkan waktu untuk membuat akun @aniesbubble.
“Terima kasih, saya memilih untuk berdialog di dalam kampanye ini, berdialog apa saja, boleh ditanya apa saja, dari mulai yang isu yang paling banyak dibicarakan, paling sensitif dibicarakan, karena saya ingin rakyat Indonesia merasakan pemilu yang berkualitas, merasakan Pilpres tentang gagasan, bukan Pilpres tentang gambar-gambar saja,” ujar Anies.
Timnas AMIN mengklaim kemunculan @aniesbubble gerakan dukungan ogranik tanpa adanya campur tangan dari tim kampanye AMIN.
TUMBUH SECARA ORGANIK
“Aniesbubble tumbuh secara organik bukan hasil kreasi atau akun buatan tim kampanye AMIN,” jelas Jubir Timnas AMIN, Billy David.
Pakar politik Universitas Diponegoro (Undip) Wahid Abdulrahman menilai, gerakan yang dikelola fans Kpop secara organik tanpa dirancang oleh Tim Pemenangan paslon 01 ini telah menggeser tren Prabowo Gemoy.
“Kemarin sempat marak joget gemoy, tapi nampaknya relatif pada aspek hiburan saja.
Tontonan dan hiburannya dapat, tetapi message untuk memasukan nilai rasionalitas, mengeksplorasi program dan gagasan itu tidak dapat,” ujar Wahid.
Bukan tanpa alasan, tren gemoy tergeser setelah munculnya @AniesBubble terus merajai lini masa selama beberapa hari terakhir.
Bahkan akun ala penggemar K-pop yang dibuat secara sukarela oleh fans K-Pop mendapat lebih dari 100 ribu pengikut dalam satu pekan.
Akun itu membagikan potongan video dari Live TikTok yang dilakukan Anies sepulang kerja.
Baik saat berada di perjalanan pulang maupun di hotel. Kemudian melakukan interaksi tanya jawab dengan penonton live tersebut.Mir (Idol Korea Selatan)
MIRIP IDOL KORSEL
Interaksi yang dilakukan Anies saat live TikTok sederhana, mulai dari rekomendasi buku bacaan, hingga tips menjadi individu positif dan produktif.
Cara interaksi ini dianggap mirip seperti saat idol Korea Selatan melakukan live.
“Kalau kita bandingkan dengan gemoy, ramainya hanya sesaat. Kalau @AniesBubble nampaknya bergulir lebih kencang.
Apalagi fans Kpop turut membuat kampanye Timnas 01 Desak Anies di berbagai penjuru daerah di Indonesia itu semakin trending.
Fans Kpop turut menyaksikan Desak Anies melalui siaran langsung di YouTube dan TikTok, maupun hadir secara langsung saat digelar di daerahnya.
“Kalau berkaca pada Desak Anies, cukup besar pemilih dari aspek segmen agama, etnis, dan itu bisa melompat. Saya kira satu keberhasilan dari Pak Anies itu di sini,” tegasnya.
Dosen FISIP Undip itu menilai, suara kalangan muda tergolong besar pada Pilpres 2024 ini.
MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH
Menurutnya tren AniesBubble sangat membantu perolehan suara bagi Anies.
“@AniesBubble membangun komunikasi dua arah dengan pemilih secara genuine atau natural, yang kedua, eksplorasi gagasan atau membangun solusi atas berbagai persoalan juga disertakan pada akun itu,” jelasnya.
Terlebih, melihat debat capres-cawapres KPU yang hanya satu arah, acara ‘Desak Anies’ ini dinilai mampu meningkatkan elektabilitas Anies belakangan ini.
“Format debat KPU nampaknya tidak cukup untuk eksplorasi dan terkesan lebih banyak di-setting, baik dari aspek calon, sehingga tidak nampak genuine,” ujarnya.
Kendati tak menjanjikan hadiah merchandise seperti kampanye pada umumnya, Desak Anies menjadi hal baru yang menarik dalam Pilpres ini.
“Desak Anies mampu menarik perhaian orang tanpa harus diberi uang transport, konsumsi, kaos, karena ada semacam diskusi gagasan, visi, program yang dimiliki capres dan cawapres dengan apa yang masyarakat keluhkan, ini ada saling tukar. Ini relatif lebih genuine ketimbang debat KPU, itu titik tengahnya di sana,” pungkasnya.***














Responses (2)