Bandung, tandabaca.id
Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna tegaskan kuliah bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan keputusan besar yang menuntut komitmen tak tergoyahkan.
Penjelasan itu disampaikan Buky Wibawa dalam dialog Indonesia Menyapa di Kampus IV Universitas Pasundan (Unpas) Jalan Setiabudi Bandung, Rabu 8 Oktober 2025.
“Komitmen itu bukan sekadar niat, tapi keteguhan yang tidak mudah digoyahkan. Tapi komitmen saja tidak cukup. Mahasiswa harus eksploratif, aktif membaca, berdiskusi, dan mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Buky mencontohkan, mahasiswa jurusan musik tidak akan mencapai prestasi jika hanya mengandalkan kelas.
“Achievement itu lahir dari proses eksplorasi yang panjang. Kalau ingin kuliah dan kerja bisa berjalan bersama, maka harus disiplin membagi waktu dan memilih pekerjaan paruh waktu yang linear dengan jurusan. Ijazah dapat, pengalaman juga dapat,” tambahnya.
Akses Informasi di Era Digital
Dekan FISS Unpas, Budi Setiawan Garda Pandawa dalam paparannya menyoroti kemudahan akses informasi di era digital sebagai peluang besar bagi mahasiswa.
“Sekarang ini, sebelum dosen masuk kelas, mahasiswa sudah bisa tahu apa yang akan disampaikan. Jadi saya heran kalau mereka tidak bisa lebih unggul dari dosennya dalam hal eksplorasi dan komitmen,” ungkapnya.
Budi Setiawan Garda Pandawa yang dikenal sebagai Budi Dalton menjelaskan generasi muda hari ini memiliki modal teknologi yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya.
“Saya dulu, kerja dulu, sekolah kemudian. Sekarang, semua tersedia. Tinggal bagaimana kemauan kita dalam memanfaatkan segala yang ada,” tegasnya.
Dengan komitmen dan eksplorasi mendalam kuliah sambil bekerja menjadi hal yang mungkin dilakukan apalagi saat ini, perkembangan teknologi menjadi alat pembantu yang bisa memudahkan generasi muda dalam beraktifitas sehari-hari.
Peluang Mahasiswa di Era Digital
Presiden BEM KM Unpas, Ridho Dawam Mulkillah, menyampaikan bahwa generasi muda saat ini, khususnya mahasiswa, memiliki potensi besar dalam memanfaatkan ruang digital sebagai media ekspresi dan peluang karir.
Menurutnya media sosial kini menjadi ruang baru bagi mahasiswa, tidak hanya untuk berinteraksi, tapi juga menjadi ladang kreativitas hingga sumber penghasilan. Namun, hal ini harus dibarengi dengan kemampuan manajemen waktu agar tidak mengganggu perkuliahan.
“Banyak hari ini dari kami mahasiswa sebetulnya menjadikan media sosial untuk melampiaskan atau mengekspresikan sesuatu khususnya dalam dunia karir. Kalau teman-teman mahasiswa live TikTok atau platform lainnya untuk mendapatkan uang dari konten tersebut, asalkan itu itu tidak mengganggu dalam dunia perkuliahan,” pesannya. @Ry













