Piala Dunia 2026: Indonesia Ingin Masuk Lewat ‘Jalur Perang’, Babak Kualifikasi Gugur Duluan

Ilustrasi ini mengambarkan kontras emosional, kesedihan mendalam para pemain Timur Tengah (seperti perwakilan Iran, Irak, atau Palestina) atas kondisi konflik di tanah air mereka, sementara pemain Timnas Indonesia menunjukkan rasa empati yang tulus sekaligus kobaran semangat untuk membawa harapan baru di panggung Piala Dunia. (Mode AI Banana2)

Piala Dunia 2026: Indonesia Ingin Masuk Lewat ‘Jalur Perang’, Padahal Sudah Gugur di Putaran Keempat Kualifikasi Zona Asia

Opini : Achmad Ariesmen Herosy

PERANG terjadi di Timur Tengah, pasca aksi koboi-koboian Israel yang dibonceng Amerika Serikat menyerang Iran, hingga pemimpin negaranya tewas.

Sebagai negara yang berdaulat, Iran marah dan akhirnya melakukan pembalasan, perang pun tidak terelakkan, membakar Timur Tengah.

Apesnya, perang meletus di tahun bergulirnya Piala Dunia. Perhelatannya di Amerika Serikat, beberapa negara peserta yang lolos seleksinya, juga ada yang berasal dari Timur Tengah.

Para atlet sepakbola –tidak terkecuali suporter, yang berasal dari negara tempat dimana perang berkobar tentu kecewa. Sebab untuk mendapatkan tiketnya tidak mudah.

Tiket bisa didapat negara mereka, tentunya dengan perjuangan berdarah-darah, selama berbulan-bulan.

Walau berat untuk meninggalkan keluarga di tengah perang, para atlet tentu punya pengharapan, tetap bisa berjuang di ajang piala dunia untuk menghentikan perang.

Oleh karena itulah, hingga saat ini negara-negara di Timur Tengah yang telah raih tiket piala dunia belum mengumumkan apakah mereka tetap mengirimkan pejuangnya ke Piala Dunia atau tidak.

Namun di Indonesia, negara yang telah gagal raih tiket piala dunia. Gugur di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, suara-suara untuk bisa bermain di turnamen sepakbola akbar itu, telah menggema.

Katanya Indonesia punya peluang bisa ikut Piala Dunia, karena negara-negara di Timur Tengah yang telah raih tiket Piala Dunia, mundur dari turnemen terbesar sepakbola dunia.

BACA INI JUGA : Reading the US–Israel vs Iran Conflict through Conflict Theory, International Law, and Geopolitics

Apakah benar kabar Iran telah mundur dari ajang Piala Dunia 2026, bukankah Indonesia sudah gugur di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia.

Apakah benar Iran, dan beberapa negara di sekitar mereka –tentunya para peraih tiket Piala Dunia 2026 juga telah melakukan aksi mundur massal.

Kalaupun benar, apakah serapuh itu regulasi di FIFA, hingga bisa dengan mudah memberikan tiket negara yang nggak bisa mengirimkan wakilnya ke Piala Dunia, untuk Indonesia.

Yang pasti, suara-suara itu sudah ada, dan menggema di media sosial, di youtube juga banyak yang bersuara demikian, hanya judulnya aja tapi isi kabar di dalamnya nggak jelas.

Bahkan netizen di media sosial, ini juga sudah menyuarakan agar Ketum PSSI segara melobi FIFA akan Indonesia bisa mendapatkan slot ‘perang’, disahkan sebagai negara peserta Piala Dunia 2026.

Walau hanya sebatas cuap-cuap, dan beraroma hoax, jujur suporter sepakbola Indonesia pasti ingin kabar angin itu, bisa menjadi kenyataan.

Seenggaknya saat ikut turnamen akbar sepakbola nanti, Indonesia berterimakasih dengan ikut menyuarakan perlawanan terhadap perang, lawan aksi koboi-koboian Israel yang dibonceng Amerika Serikat.

Kalaupun nanti Indonesia bisa menang –maklum sebagai tim underdog, skuad Merah Putih saat terima piala nanti juga harus bilang, Piala Ini Dipersembahkan untuk mereka peraih tiket yang nggak bisa ikut perhelatan.

Selain itu, juga harus menyuarakan, menuntut koboi-koboi pencetus perang ke mahkamah internasional.

Kandidat Terkuat Irak dan UEA

Berdasarkan situasi terkini per Maret 2026, meskipun nanti Iran benar-benar mundur dari Piala Dunia 2026, peluang Indonesia untuk menggantikannya sangat kecil, hampir tidak ada.

Urutan pengganti Iran, sesuai regulasi FIFA dan AFC, jika sebuah tim dari zona Asia (AFC) mundur, slot tersebut biasanya akan diberikan kepada tim dengan pencapaian terbaik berikutnya di babak kualifikasi.

Kandidat terkuat saat ini, adalah Irak atau Uni Emirat Arab (UEA), karena mereka mencapai tahapan kualifikasi yang lebih tinggi –babak kelima/play-off.

Posisi Indonesia di Piala Dunia, terhenti di babak keempat kualifikasi zona Asia, karena menempati posisi terbawah di grupnya. Jadi secara peringkat Indonesia berada di bawah, Irak dan UEA, bisa masuk daftar tunggu.

Peluang Indonesia baru akan terbuka, jika negara-negara yang berada di atasnya (seperti Irak dan UEA) juga secara serentak mengundurkan diri atau tidak bisa berpartisipasi.

Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai pengunduran diri massal tersebut.

Iran, partisipasinya di Piala Dunia, terancam karena situasi geopolitik, namun belum ada keputusan final dari FIFA untuk mencoret mereka.

UEA, masih dianggap sebagai salah satu kandidat utama pengganti karena performa mereka yang lebih kompetitif di babak akhir kualifikasi.

Secara administratif, FIFA memiliki diskresi penuh untuk menentukan tim pengganti, namun mereka cenderung memprioritaskan asas sportivitas berdasarkan hasil pertandingan kualifikasi terakhir.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *