Bandung, tandabaca.id
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Imbau Masyarakat untuk Cek Perkiraan Cuaca sebelum menentukan akan pergi berlibur ke mana di momen akhir tahun seperti ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari mengatakan imbauan disampaikan karena, saat ini banyak masyarakat yang tengah sibuk mencari tempat berlibur, untuk mengisi momen akhir tahun.
“Jadi sebelum menentukan tempat liburan, sebaiknya cek perkiraan cuaca, dulu. Terlebih di musim penghujan seperti sekarang ini,” katanya.
Abdul Muhari menjelaskan, tujuan cek perkiraan cuaca agar masyarakat dapat mewaspadai sejak dini bencana hidrometeorologi yang akan terjadi, terlebih akibat musim penghujan seperti sekarang.
Dijelaskan Muhari, ada tiga wilayah yang menjadi perhatian karena padat penduduk, yakni Jawa bagian tengah ke barat, Sulawesi dari tengah ke selatan dan timur Papua tepatnya bagian tengah hingga ke selatan.
“Ini harus jadi kewaspadaan bersama bagi masyarakat yang mungkin akan menghabiskan waktu bersama keluarga, anak-anak sudah libur dan lain-lain bersiap untuk mungkin tahun baru, jangan lupa untuk memperhatikan prakiraan cuaca,” jelasnya.
Sementara itu, kata Muhari, Indonesia saat ini sudah masuk pekan ketiga Desember. Artinya Indonesia secara monsun yang normal sudah masuk musim hujan.
Masyarakat pun tetap diminta waspada mengenai potensi bencana hidrometeorologi meski Indonesia sudah mengalami banyak kejadian bencana itu sepanjang Oktober sampai November 2022.
“Kita sudah harus kembali waspada untuk Januari sampai Februari 2023 yang mungkin ini merupakan puncak dari musim hujan,” katanya.
Bencana Hidrometeorologi
BNPB juga mengimbau pemerintah daerah untuk menyiapkan penanganan dan mitigasi bila terjadi bencana terkhusus daerah yang rentan mengalami banjir dan tanah longsor, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Untuk diketahui, sepanjang 12 sampai 18 Desember 2022, BNPB mencatat total bencana di Indonesia mencapai 45 kejadian yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi berupa 22 kali banjir, 14 kali cuaca ekstrem dan delapan kali tanah longsor serta satu kali kejadian gempa bumi.
Potensi bencana pada akhir tahun dan awal tahun diperkirakan masih cukup tinggi. Itu jika mengacu prakiraan cuaca instansi terkait.
Karena itu, pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini, warga yang bepergian atau melakukan perjalanan liburan untuk mewaspadai potensi hidrometeorologi dengan rutin mengecek prakiraan cuaca. ***













