AU Singgung Sindiran, Akan Mati Membusuk di Penjara, Watimpung Baca Puisi

Silaturahmi Nasional III Jari
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (AU)

Bandung, tandabaca.id
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (AU), singgung sindiran orang soal dirinya akan mati membusuk di penjara.

AU mengatakan hal tersebut di atas di halaman depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung Jalan AH Nasution, Arcamanik, Bandung, Selasa 11 April 2023.

Dia berada di halaman depan Lapas Sukamiskin Bandung karena mendapakan masa cuti menjelang bebas.

Anas keluar dari Lapas Sukamiskin, Selasa, 11 April 2023 pukul 13.35 WIB.

Dengan menggunakan baju koko warna putih celana abu-abu, tas punggung warna hitam, dan tidak ketinggalan kacamata.

Bebasnya Anas disambut sahabat dan kolega dengan sukacita, mereka datang dari seluruh wilayah Indonesia, khusus untuk menyambut ke pulangan Anas.

Sahabat dan kolega itu, mayoritas datang dengan mengenakan pakaian atasan putih. Di antaranya dari kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinator (Badko) Jawa Barat.

Selain itu juga terlihat, Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jawa Barat Saan Mustopa, kader PDIP sekaligus anggota KAHMI Rifqi Karsayuda.

Tidak ketinggalan, Ketua PKN, Gede Pasek Suardika, Ramdansyah, Pjs Ketua Umum PB HMI periode 1997-1999 saat Anas ke Amerika Serikat, dan lain sebagainya.

Usai bersalaman dengan sahabat dan koleganya, Anas didapuk untuk berpidato.

Hal tersebut, memanfaatkannya untuk menyampaikan banyak permintaan maaf.

Suasana jelang Anas Urbaningrum keluar dari Lapas Sukamiskin. (Foto Achmad Ariesmen/tandabaca.id)
MATI MEMBUSUK DI PENJARA

Semisal, Anas meminta maaf karena pertemuannya dengan para kolega dan pendukungnya di sebuah tempat yang sebetulnya tidak menjadi lokasi terbaik, yakni di halaman Lapas Sukamiskin.

Selanjutnya, Anas juga meminta maaf dalam ungkapan satire.

Menurut dia, ada sebagian orang yang menganggap kalau Anas akan berakhir mengenaskan di Lapas Sukamiskin. Akan Mati Membusuk di Penjara.

Hal itu, lanjut Anas, tidak terbukti karena nyatanya Anas bebas hari ini.

“Mohon maaf kalau ada yang berpikir bahwa saya di tempat ini mati membusuk. Kalau ada yang berpikir saya di tempat ini menjadi bangkai fisik dan bangkai sosial, minta maaf bahwa itu alhamdulillah tidak terjadi,” ujar Anas dalam pidatonya.

Anas mengaku senang karena akhirnya bisa bebas dari belenggu jeruji besi. Anas menghabiskan masa kurungan kurang lebih selama 9 tahun 3 bulan.

“Alhamdulillah dengan dukungan keluarga, teman-teman, para sahabat saya bisa hadir hidup tetap tegak berdiri bukan hanya tegak menurut saya saya hadir di sini dengan sadar, sehat dan waras,” ujarnya.

Menurut Anas, jeruji besi tidak lantas membuat patah semangat dalam berjuang merebut keadilan.

Justru, tambah dia, dikerangkeng di hotel prodeo bisa membuat ia semakin kuat karena hasil kontemplasi dan perenungan mendalam.

“Mohon maaf bila ada yang berpikir bisa memisahkan saya dari gerak hidup dan denyut nadi Indonesia yang kita cintai,” ujarnya.

“Karena ikatan batin, rasa, nilai, spirit semangat, komitmen dan keberanian untuk terus melangkah maju itu akan membuat yang berpikir seperti itu mohon maaf itu seperti orang tidur di siang bolong,” tambahnya.

Selanjutnya, Anas bersama pendukung dan koleganya langsung meluncur ke Rumah Makan Ponyo Cinunuk, Cileunyi Bandung.

Lokasinya hanya berjarak sekitar 9 kilometer dari Lapas Sukamiskin ke arah Timur.

Di Cinunuk Anas bersama pendukung dan sahabatnya langsung gelar diskusi, sekaligus buka puasa bersama.

 

TERIKAT ATURAN CMB

Disela diskusi ini Anas mengatakan apa yang disampaikan di Lapas Sukamiskin bukanlah pidato politik. Kalau ditafsirkan politik itu terserah sampean (kamu).

“Jadi ini ada aturan, aturan masih terikat aturan Cuti Menjelang Bebas, ” jelasnya di RM Ponyo Cinunuk, Kabupaten Bandung, Selasa 11 april 2023 pukul 17.15 wib.

Diakui Anas, bahwa dirinya mendapat pesan dari Lapas selama masa CMB itu pesannya gak boleh bicara berat-berat.

“Jadi bolehnya bicara ringan-ringan seperti silaturahmi, boleh kuliner, begitu lah. Kalaupun bicara yang agak berbobot, tidak boleh politik. Makanya tadi saya tidak melakukan pidato politik sama sekali, jadi itu bukan pidato politik ya, saya sengaja,” jelasnya.

Selain terikat oleh aturan CMB, sambung Anas, dirinya tak menyampaikan pidato politik karena menghormati institusi Lapas Sukamiskin serta suasana bulan Ramadhan.

“Tapi kalau ada kalimat yang mau manafsirkan politik bukan urusan saya, urusan sampean itu. Tapi itu sama sekali bukan pidato politik,” jelasnya lagi.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan, suatu hari nanti Anas akan menyampaikan pidato politik di depan publik.

Diketahui, CMB yang diberikan kepada Anas akan berakhir tiga bulan mendatang. Anas baru akan bebas pada tanggal 9 Juli 2023 mendatang.

“Pada waktunya jika dibutuhkan maka saya kalau pidato agak politik lah, kalau gak politik,” terangnya.

Mantan Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah. (Foto Achmad Ariesmen/tandabaca.id)
BACA PUISI

Mantan Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah di sela-sela acara diskusi dan buka puasa ikut sumbangkan bakat seninya, baca puisi.

“Itu tadi di minta sama Anas. Ya saya sanggupin. Memang saya suka baca puisi kok,” katanya.

Puisi yang dibaca Ramdansyah berasal dari kumpulan puisi-puisi miliknya yang sudah disusun dalam sebuah buku berjudul Watimpung.

Karena judul buku puisi itulah, Ramdansyah selanjutnya acap disapa rekan-rekannya dengan nama Watimpung.

Ramdansyah mengenal Anas karena sama-sama aktif di HMI. Mantan Ketua Panwaslu DKI Jakarta ini, juga sempat menjadi Pjs Ketua Umum PB HMI periode 1997-1999 saat Anas ke Amerika Serikat.

Dikatakan Ramdansyah, banyak kader HMI yang ingin merealisasikan keadilan bagi Anas. Sebagai organisasi kader, HMI berharap agar kasus Anas tidak terulang.

“Ada komitmen para kader agar apa yang terjadi pada Anas tidak terulang lagi pada rezim mana pun,” kata Ramdansyah yang merupakan mantan Ketua Panwaslu DKI Jakarta.

Selain itu, kata Ramdansyah, para kader HMI juga merindukan berdemokrasi dengan intelektualitas. Hal-hal tersebut, katanya yang akan mendorong para kader HMI dan kelompok masyarakat lainnya menyambut kebebasan Anas dari Lapas Sukamiskin.

“Kerinduan akan hal ini yang mendorong publik berbondong-bondong menyambut Anas di Lapas Sukamiskin,” kata Ramdansyah.***

BACA INI JUGA
Besok, Anas Urbaningrum Bebas dari Lapas Sukamiskin

 

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *