Bandung, tandabaca.id –
Anggota Komisi II DPRD Jabar H Dadang Kurniawan S.Ip, M.Hum ingatkan ada sesuatu kekhawatiran di balik kebanggaan. Ini kekayaan alam.
“Salah satu contohnya, ada cerita nyata, ada kelompok masyarakat yang tengah bersepeda ke bukit di daerah gunung Wayang,” katanya memulai cerita.
H Dadung panggilan karib untuk H Dadang Kurniawan S.Ip, M.Hum, melanjutkan ceritanya, di bukit saat tengah beristirahat, masyarakat lokal yang tengah beristirahat itu melihat pemandangan alam yang sangat indah.
“Dari ketinggian, terlihat hamparan kebun teh yang sangat indah. Tempat itu selanjutnya dikenal dengan nama WWP (wayang windu panenjoan,” katanya, Minggu 16 Juli 2023.
Tempat wisata itu selanjutnya dikelola oleh masyarakat lokal, karena ditemukan sendiri oleh masyarakat.
Setelah itu, ada juga cerita tentang temuan masyarakat, dia berprofesi sebagai petani. Soal destinasi wisata yang belakangan, akhirnya terkenal juga. Namanya taman langit.
Taman Langit Pangalengan juga menjadi tempat wisata yang hits, sejauh mata memandang pengunjung bisa melihat hamparan kebun teh yang cantik dan awan-awan yang berkumpul.
“Tiba-tiba muncul juga yang belakangan dikenal sebagai Nimo Highland. Dibangun oleh pemodal,” ujarnya.
Warga lokal tentu bangga dengan semakin terbukanya destinasi wisata baru yang ada di Bandung Selatan.
SEIRING DATANGNYA PEMODAL
Dari kejadian-kejadian itu, terang H Dadung, sudah mulai tergalilah potensi Pangalengan, yang begitu hebat.
“Tapi dibalik itu, setelah adanya perusahaan-perusahaan besar yang melirik Pangalengan. Kita ini sebagai tokoh masyarakat disini ada satu kekhawatiran di balik kebanggaan,” katanya.
Sekali lagi, terang H Dadung, Pangalengan punya kebanggaan kentang terbaik, susu terbaik dengan 26 ribu ekor sapi yang bisa memberikan swasembada susu untuk skala nasional.
“Tapi seiring datangnya para pemodal, para peternak itu mulai tersingkir dengan hadirnya perusahaan perusahaan luar. Hal yang sama juga terjadi di sektor wisata,” katanya.
Untuk itu berbagai upaya kini tengah dilakukan, agar masyarakat tidak terpinggirkan, dengan melakukan pembinaan dan pelatihan pelatihan.
“Upaya-upaya seperti itu sekarang tengah dilakukan pemerintah. Agar warga bisa menikmati hasil dari pariwisata yang tengah berkembang di wilayahnya,” pungkasnya. ***














Responses (2)