Lomba 17-an Bertajuk Festival Pecunan Menarik, Kang H Pepep : Layak Jadi Destinasi Wisata Baru

17-an Bertajuk Festival Pecunan
Anggota Komisi III DPRD Jabar, H Pepep Saepul Hidayat S.I.Kom

Majalengka, tandabaca.id
Lomba 17-an bertajuk Festival Pecunan menarik, ada lomba rakit hias dan balap perahu. Layak menjadi destinasi wisata baru, agar ekonomi masyarakat di sekitar menggeliat.

Anggota Komisi III DPRD Jabar, H Pepep Saepul Hidayat S.I.Kom mengatakan hal tersebut disela kegiatan lomba 17-an bertajuk Festival Pecunan.

Kegiatan 17-an bertajuk Festival Pecunan, berlangsung di Sungai Cipelang dekat kawasan Sasak Beureum tersebut, menyuguhkan lomba Rakit Hias dan Balap Perahu atau sering disebut lomba Pecunan.

Lomba itu terang menarik perhatian warga, terutama mereka yang tinggal di Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Majalengka.

Oleh karenanya, Kang H Pepep yang juga Pj Ketua DPW PPP Jabar sangat mengapresiasi dan mensupport kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan tradisi di Jawa Barat, khususnya Majalengka.

“Khusus komunitas hujan keruh saya mengapresiasi keberadaan ruang sungai Cipelang ini dengan menyelenggarakan kegiatan dayung atau festival Pecinan. Harapan kedepannya ada apresiasi dari pemerintah maupun elemen yang lainnya,” ujarnya.

Soal apakah bisa dijadikan kalender wisata tahunan Majalengka Kang H Pepep mengatakan untuk sampai pada tahap itu, semua pihak harus duduk bersama terlebih dahulu.

“Itu harus melibatkan semua stake holder, agar bagaimana kegiatan itu, bisa diperbaiki sarananya, bisa diperbaiki tata kelola lombanya, banyak komponen-komponen yang harus duduk bersama,” katanya.

Karena saat ini, walau sudah berlangsung selama 6 tahun, lomba-lomba itu masih pyur inisiatif masyarakat, tanpa keterlibatkan pemerintah.

“Minimal ada orang datang, hingga masyarakat di sana bisa beraktifitas ekonomi,” katanya.

PERAHU RIAS DAN BALAP PERAHU

Panitia Kegiatan Sarifudin Rahmat mengatakan, untuk lomba perahu rias, setiap warga diberi keleluasaan untuk berkreasi merias perahu.

Perahu-perahu yang dirias warga akan dipamerkan bak model yang nantinya dinilai oleh panitia.

“Merakit hias dari bahan gedebong pisang atau pun bambu atau (botol/galon bekas) air mineral dirakit sehingga bisa berupa apa saja. Nanti dinilainya dari kreativitas ataupun keunikannya. Hari ini yang lomba hias (perahu) ada 12 peserta,” ujar dia.

Sedangkan untuk balap perahu, peserta akan dilombakan menahkodai perahu dengan cara melawan arus. Jarak lomba balap perahu ini diperkirakan sepanjang sekitar 100 meter.

“Lomba Pecunan ataupun balap perahu, jadi satu perahu itu dua orang, di kita disediain dua perahu. Dua perahu itu berlomba sampai finis dengan melawan arus,” jelas Sarifudin. ***

BACA INI JUGA
Pepep Meyakini Bergabungnya Sandi Memberikan Keuntungan Elektoral Bagi PPP

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *