Anggaran Pelayanan Pelatihan bagi Masyarakat Penghasil Hutan di Cirebon Masih Kurang

masyarakat penghasil hutan
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati saat memimpin kunjungan kerja di UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan di Kabupaten Cirebon. Senin, (5/6/23).

Cirebon, tandabaca.id –
Anggaran pelayanan pelatihan bagi masyarakat penghasil hutan, di UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan (PPHH) di Kabupaten Cirebon, dinilai masih kurang.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar Lina Ruslinawati mengatakan hal tersebut saat memimpin kunjungan kerja di UPTD PPHH di Kabupaten Cirebon. Senin, 5 Juni 2023.

Oleh karenanya kata Lina Ruslinawati, permasalahan yang menjerat masyarakat penghasil hutan itu harus menjadi perhatian, khususnya terkait fasilitas pelatihan bagi masyarakat penghasil hutan.

Lina menjelaskan, berdasarkan hasil kunjungan kerja di UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan pihaknya menyebut ada salah satu masalah yang perlu menjadi perhatian khusus yakni terkait fasilitas pelatihan bagi masyarakat penghasil hutan.

Terlebih, Lina menilai UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan di Kabupaten Cirebon tersebut hanya memiliki satu tugas pokok dan fungsi yaitu memberikan pelayanan bagi masyarakat penghasil hutan melalui kegiatan pelatihan pemberdayaan secara berkala.

“Intinya UPTD ini ialah memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak ada beban keuangan, yang ada bagaimana untuk mengedukasi masyarakat yang memiliki kegiatan usaha atau mencari penghasilan di sekitar hutan biar mereka sejahtera, mereka diberikan pelatihan dari mulai budidaya on farm sampai off farm,” terang Lina.

Tak hanya pelatihan terkait pengelolaan nya saja, akan tetapi pemerintah melalui UPTD PPHH itu memberikan pembinaan terkait cara memasarkan produk agar bisa diterima di masyarakat secara luas.

UPTD PPHH

“Pemasarannya ikut serta diberikan pelatihan biar produk mereka yang dibudidayakan atau dihasilkan di hutan itu bisa diterima dipasar secara luas dan juga memiliki nilai jual yang tinggi tentu saja ini akan berimbas terhadap penghasilan masyarakat yang akan meningkat ketika produk mereka tersebut dipasarkan secara luas,” tutur Lina.

Namun, Lina soroti terkait workshop pelatihan yang berada di UPTD Pelayanan Pengelolaan Hasil Hutan tersebut kurang mumpuni untuk melaksanakan pembinaan.

Lina berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memperhatikan anggaran untuk di alokasikan terhadap fasilitas dalam menunjang kegiatan pelatihan bagi masyarakat.

“Perlu support anggaran dari pemerintah Provinsi Jawa Barat agar berjalan dengan baik, biar program berjalan dengan baik dengan di dukung dengan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan,” tutup Lina.***

BACA INI JUGA
Refocusing Anggaran Hambat Pembangunan, DPRD Jabar Lakukan Langkah Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *