BBC, Al Jazeera, The Guardian Soroti Tabrakan KA Argo Bromo Vs KRL di Bekasi

Sejumlah media internasional --BBC, Al Jazeera, dan The Guardian soroti tabrakan dua kereta Indonesia KA Argo Bromo Anggrek Vs KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam. (Foto : apmotor.co.id)

TANDABACA.ID – Sejumlah media internasional –BBC, Al Jazeera, dan The Guardian soroti tabrakan dua kereta Indonesia KA Argo Bromo Anggrek Vs KRL Commuter Line (CL) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Misalnya saja, media Aj Jazeera — jaringan media internasional terkemuka yang berbasis di Doha, Qatar, memuat berita tabrakan dua kereta api Indonesia itu di situs berita dan Tiktok resmi mereka.

Media Timur Tengah itu menyoroti 14 korban tewas dalam kecelakaan kereta di Indonesia.

Judul berita Al Jazeera yakni “Death toll after train crash near Indonesia’s Jakarta rises to 14”

Al Jazeera menyebut bahwa kecelakaan tersebut membuat 80 orang terluka dan 14 penumpang tewas.

Media tersebut juga menyoroti proses evakuasi yang sulit lantaran para penumpang terjepit badan gerbong KRL.

Media BBC juga menyoroti video evakuasi yang dramatis usai kecelakaan dua kereta terjadi.

Hal yang sama juga disorot oleh The Guardian dan kantor berita Associated Press (AP) News.

BACA INI JUGA : Untuk Tingkatkan PAD, DPRD Jabar Dukung Berbagai Inovasi Optimalkan Kinerja BUMD Jabar

Sejumlah media itu menyoroti evakuasi dramatis para penumpang KRL yang terjepit gerbong.

Diketahui proses evakuasi pada kecelakaan kereta (KRL) di Bekasi Timur pada 27 April 2026 berlangsung cukup lama, memakan waktu sekitar 8 hingga 12 jam.

Tim gabungan melakukan evakuasi dengan sangat hati-hati karena korban terjepit material gerbong yang rusak parah.

Evakuasi penumpang yang terjebak di kereta rel listrik (KRL) Commuter Line yang ditabrak Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek memang berlangsung dramatis.

Evakuasi tersebut hingga menggunakan gerinda besar untuk memotong rangkaian KRL yang remuk usai dihantam KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam di Stasiun Bekasi Timur.

Pantauan situasi di lapangan usai kecelakaan 30 menit kemudian sejumlah petugas berwenang tiba untuk mengevakuasi gerbong khusus perempuan KRL yang remuk.

Beberapa penumpang berhasil dikeluarkan dan ditandu keluar gerbong.

Namun demikian beberapa penumpang masih terjebak di dalam gerbong lantaran terhimpit besi KRL.

BACA INI JUGA : Komisi II DPRD Jabar Dorong Penguatan IKM Jawa Barat untuk Tingkatkan Daya Saing

Sejumlah tim rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bekasi pun mencoba mengevakuasi korban menggunakan gerinda.

Evakuasi pun berlangsung dramatis lantaran kereta penyok hingga menghimpit penumpang.

Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam itu bermula saat KRL dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Kereta itu berhenti lantaran terdapat Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak satu unit mobil taksi.

Ketika berhenti, melintas dari arah belakang Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek langsung menghantam Commuter Line yang ditumpangi Munir.

“Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” kata penumpang Munir di lokasi, Senin (27/4/2026).

Munir menjelaskan, akibat kejadian itu, gerbong perempuan Commuter Line hancur lebur.***wartakota***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *