Khas  

Bencana di Asia Tenggara, Kata Korupsinikus : Panggul Beko Sekalian

PANGGUL BEKO - Petinggi Negeri Konoha Raya sambangi daerah bencana longsor dan banjir, tak tanggung-tanggung: memanggul alat berat, tak hanya sekarung beras!

Bencana di Asia Tenggara, Korupsinikus menjawab dengan datarnya yang khas, panggul Beko Sekalian. Biar lebih dramatis. Yang penting kamera tetap menyala always on

Esai Satire: Harri Safiari

MENJELANG akhir 2025, Asia Tenggara seperti sedang di uji level hard mode: hujan tak kunjung jeda, banjir di mana-mana, topan menyapu permukiman, pangan semakin langka, penyakit ikut menumpang lewat air kotor. Singkatnya, alam lagi ngamuk, manusia terbengong.

Di Indonesia—terutama Sumatera—banjir bandang dan longsor merenggut nyawa dan rumah warga. Di Vietnam, banyak kota seperti diputus jaringan hubungannya dari dunia luar. Di Filipina, topan menghancurkan apa saja yang berdiri. Malaysia pun bersiap-siap menahan napas menghadapi hujan panjang yang tak tahu diri.

Para ahli menjelaskan: kombinasi La Niña dan IOD negatif membuat laut lebih hangat, uap air naik, lalu jatuh lagi ke kita sebagai hujan yang hobinya spill berlebihan. Kemampuan adaptasi manusia kalah cepat dibanding hawa panas yang bumi hasilkan sendiri karena kerakusan peradabannya.

Dan kabar buruknya: musim basah diperkirakan masih akan menetap hingga awal 2026, berjalan pelan ke selatan—melewati Semenanjung Malaya, menyapa Singapura, dan mampir manis ke Indonesia. Jangan lupa siapkan payung dan humor gelap.

BACA INI JUGA : ADPSI Mendukung Sepenuhnya Program Unggulan Pemerintah Pusat

Lantas, Apa Kata Korupsinikus?

Dalam suasana duka yang menggantung seperti awan kelabu, muncullah Korupsinikus—makhluk kondang Negeri Konoha Raya yang biasanya bicara seperti manusia mabuk tapi IQ-nya justru di atas rata-rata mabuk.

Hari itu ia ditemani Rubi, pegiat antikorupsi yang hidupnya pas-pasan karena menolak amplop “kebaikan hati” para punggawa rasuah yang makin kreatif dan agresif.

“Kasus tujuh perusahaan yang disebut-sebut merusak tutupan hutan Batang Toru bisa jadi akan alot dan panjang,” ujar Korupsinikus saat saresehan bertema spektakuler:

“Kiat Kuat dan Licin Bagai Belut: Lolos dari Aktivitas Rasuah”

“Lama-lama warga bisa lupa. Kita kan bangsa yang mudah memaafkan… terutama para perusak.”
Seorang jurnalis lalu bertanya tentang seorang menteri yang datang ke lokasi bencana sambil… memanggul sekarung beras. Dramatis sekali, sinematik bahkan banyak memujinya.

BACA INI JUGA : ASDEPSI Berkomitmen, Mendukung Rekomendasi Kebijakan ADPSI

Korupsinikus menjawab dengan datarnya yang khas:

“Bagus itu. Menandakan ia peduli. Kalau bisa, lain kali memanggul beko atau buldoser. Biar lebih dramatis. Yang penting kamera tetap menyala always on…”

Rubi di sisi Korupsinikus hanya mengelus dada: ia pernah menyaksikan sendiri transformasi sahabatnya dari fosil mirip Phitecantropus Erectus ‘ordo pabaliut’ yang terkena kutukan Malin Kundang. Momentumnya, suatu saat jadi makhluk hidup lagi karena sambaran petir yang kebetulan menumbuk pemancar WiFi 7. Setelah itu, komentar-komentarnya dalam hal moral yang sungsang tumbal, resmi jadi legenda dunia kelas hiper mabuk!

BACA INI JUGA : Berpotensi Terjadi Perebutan Puncak Klasemen, Lucho Berharap Dukungan Bobotoh

Feedback Alam

“Jangan sampai kita mengidap amnesia massal,” pesan Korupsinikus beebrapa saat sebelum ia menghilang ditelan asap rokok dan protokol keamanan, yang sepintas tampak ketat padahal serba longgar adanya.
“Banjir? Longsor? Itu cuma feedback alam. Kita sudah rusak hutan, mangsa laut, ratakan gunung — sekarang giliran kita yang diratakan. Namanya resiprokal love.”

“Kelak tujuh perusahaan itu jangan tiba-tiba hilang dari ingatan. Dan semoga saudara-saudara kita yang terdampak banjir segera pulih.”

Ujarnya , smbil berharap cuaca dan nurani di negara-negara Asia Tenggara segera membaik lagi.

“ Ingat, banjir? Longsor? Itu cuma feedback alam. Kita sudah lama merusak hutan, mendera laut, dan meratakan gunung, sekarang giliran kita yang diratakan. Namanya resiprokal love,”pungkas Korupsinikus yang sontak melakukan ghosting alias benar-benar menghilang. (Selesai).

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *