Bandung, tandabaca.id
Debut Miliano Jonathans bersama timnas Indonesia, apik. Beberapa kali berhasil menciptakan peluang. Yang menarik gocekannya oke, dan suka makanan pedas.
Miliano debut saat timnas dalam pertandingan uji coba melawan Taiwan. Persiapan untuk Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jumat 5 September 2025 malam WIB. Indonesia unggul 6-0.
Dalam pertandingan Indonesia Vs Taiwan, pemain berusia 21 tahun ini, tampil sebagai pemain pengganti Beckham Putra Nugraha, main di menit ke-71.
Walau hanya tanding selama 19 menit, Miliano langsung menjadi sorotan publik, karena performanya yang luar biasa.
Berkat kepiawaianya menggocek bola, Miliano beberapa kali berhasil melakukan tembakan ke gawang lawan, tetapi belum berbuah gol.
“Sejak kecil, (saya mengidolakan) Messi. Dia pemain hebat, semua anak ingin jadi seperti dia,” ujar Miliano dikutip dari YouTube resmi Kementerian Hukum RI, Minggu 7 September 2025.
Di Indonesia, Miliano tidak hanya menonjolkan kecepatan dan kepiawaiannya mengolah si kulit bundar, tetapi juga membawa beberapa aspek lain yang menarik perhatian pencita sepakbola Tanah Air.
Ada sejumlah fakta menarik dari sosok Miliano Jonathans, dia ternyata Indonesia banget. Pemain keturunan Belanda Depok ini tumbuh, dengan kultur Indonesia terutama dalam hal makanan.
Miliano tidak ragu menyebutkan makanan Indonesia yang sudah menjadi favoritnya sejak kecil. Makanan itu adalah nasi goreng.
Yang tidak kalah mengejutkannya, Miliano suka makanan pedas. Ini tentunya menarik, bukankan atlet seharusnya menyantap makanan sehat, tidak pedas.
“Makannya luar biasa. Nasi goreng, enak sekali,” ujar Miliano Jonathans dikutip dari YouTube resmi Kementerian Hukum RI, Minggu 7 September 2025.
“Ya, (nasi gorengnya harus pedas). Hampir semua makanan pedas,” ucapnya.
Miliano Serius Menyatu dengan Indonesia
Miliano juga bilang kebiasaan makan menggunakan sambal sudah dilakukannya sejak kecil. Kebiasannya itu, sampai saat ini masih dilakukannya.
Kebiasaan makan pedas itu, ungkap Miliano merupakan warisan dari sang ayah, Dennis Bernhard Jonathans.
“Saya sangat suka sambal. Ayah saya juga sangat suka pedas,” kata Miliano.
Selain soal kuliner, Miliano juga mengatakan saat ini tengah berusaha mengakrabkan diri dengan bahasa Indonesia.
Miliano bilang, kosakata bahasa Indonesia yang dimilikinya belum banyak. Yang baru biasa diucapkannya hanya selamat pagi, selamat siang, apa kabar.
Bahasa Indonesia itu didapatkan Miliano dari keluarga, terutama dari ayah.
“Saya kalau berbicara dengan ayah saya di telfon, dia bilang saya harus belajar. Dia sering menyuruh saya ucapkan ‘apa kabar’. Jadi ya, sedikit-sedikit saya bisa dan saya akan terus berlatih,” kata Miliano.
Upaya kecil ini, menunjukkan keseriusan Miliano untuk menyatu dengan identitas Indonesia, bukan hanya sekedar formalitas kewarganegaraan.@Ry













