Depok Dikepung Banjir, Walikota Open House, Warga : Pak KDM Kemana Nih?

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Depok pada Sabtu (21/3/2026) sore dilaporkan mulai berangsur surut pada Minggu (22/3/2026). (Dok. Kabid Penanggulangan Bencana Depok)

DEPOK, TANDABACA.ID – Sebanyak 3.676 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri atas 15.700 warga yang tersebar di wilayah Kecamatan Cimanggis, Sukmajaya, Cilodong, Tapos dan Pancoran Mas menjadi korban banjir pada hari pertama libur Idul Fitri 2026. Kendati demikian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok tetap sibuk menggelar open house dengan suasana meriah.

“Pak KDM kemana nih? Lihat tuh anak buah bapak bukan membantu atau mengevakuasi warga yang rumahnya kebanjiran, malah sibuk menggelar open house,” ujar Husain, warga Perumahan Pondok Duta, Kelurahan Tugu, Minggu malam (22/03/2026).

Menurut Husain, warga yang tidak mudik ke kampung halaman tetap berusaha menjaga rumah mereka. Namun bagi yang mudik mereka tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya mendengar kabar dari para tetangga bahwa rumahnya kebanjiran.

Saat terjadi banjir ketinggian air pada Sabtu (21/3) mencapai 50 Cm hingga 150 Cm, baik di dalam maupun di luar rumah. Dan pada hari Minggu petang (22/3) ketinggian air mulai berkurang. “Sampai minggu siang, Pak Wali Kota dan Wakil Wali, Ketua DPRD Depok, serta pejabat lainya belum ada yang meninjau. Mereka terlihat sibuk dengan acara open house, ” ujar Husain kecewa.

BACA INI JUGA : Festival Dulag Istimewa : KDM : Masjid Sudah Banyak yang Tidak Memiliki Beduk

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.6/3245/SJ Tentang Himbauan Halal Bihalal dan Open House Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang tertulis berkenan dengan masih adanya musibah bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air serta mewaspadai dampak yang mungkin timbul akibat dinamika global telah menghimbau seluruh jajaran untuk mengurangi kegiatan seremonial Halal Bihalal dan Open House saat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Menurut Ny. Yuni, SE himbauan itu diperkuat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang berlebaran pertama ke lokasi bencana di Aceh Tamiang. “Kota Depok ada beberapa titik banjir yang harus diwaspadai tapi tetap saja pejabatnya nggak ngerti, ” ujarnya kesal.

Sedangkan, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok, Deny Romulo, mengatakan banjir yang terjadi hari pertama lebaran tersebut berdampak pada sekitar 3.675 kepala keluarga atau setara dengan 14.700 jiwa.

Wilayah yang terdampak banjir di beberapa kecamatan dengan ketinggiann bervariasi antara 50 Cm hingga 150 Cm diantaranya Kecamatan Cimanggis, Sukmajaya, Cilodong, Tapos dan Pancoran Mas. ***

BACA INI JUGA : Ledakan Guncang Kota Tua Yerusalem dekat Masjid Al Aqsa dan Tembok Ratapan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *